BREAKING NEWS
 

Perkuat Ekosistem Digital Indonesia, Sinar Mas Dukung Garuda Spark

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 26 Agustus 2026 14:19 WIB
Managing Director Sinar Mas Ferry Salman (kanan) bersama Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat peresmian Garuda Spark Innovation Hub di Biomedical Campus, BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (26/8/2026). Dok. Sinar Mas

RM.id  Rakyat Merdeka - Sinar Mas mendukung penguatan ekosistem industri digital Indonesia melalui inisiatif Garuda Spark Innovation Hub (GSIH). Program ini diperluas ke sejumlah kota untuk mempertemukan startup, talenta digital, industri, investor, akademisi, pemerintah, hingga mitra global.

Peluncuran serentak GSIH digelar di Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya, dengan panggung utama di Biomedical Campus, BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (26/8/2026).

Managing Director Sinar Mas Ferry Salman mengatakan, keberadaan GSIH diharapkan dapat memperkuat ekosistem yang mendukung lahirnya inovator dan talenta digital, termasuk di bidang kecerdasan buatan (AI).

“Kami optimistis inisiatif Garuda Spark Innovation Hub dalam membangun industri digital di Indonesia akan semakin berdaya dengan berada pada sebuah ekosistem yang memang diperuntukkan untuk hal itu, yakni Biomedical Campus, BSD City,” kata Ferry saat peresmian.

Menurut dia, keberadaan hub tersebut dapat menjadi ruang bertemunya inovator digital dan talenta AI dengan mitra global. Pertemuan tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang usaha baru sekaligus memperluas akses bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Dengan begitu akan hadir semakin banyak inovator digital, talenta di bidang kecerdasan buatan ke tempat seperti ini guna bersinergi, mempertemukan mereka dengan mitra global, mendorong peluang usaha baru semakin tersebar merata, termasuk turut menaikkelaskan usaha mikro, kecil dan menengah,” ujarnya.

Ferry menambahkan, penguatan ekosistem digital tersebut pada akhirnya diharapkan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Baca juga : Di Karnaval Kemerdekaan, Meutya Ingatkan Solidaritas Untuk Korban Gempa NTT

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

GSIH BSD City hadir melalui kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan Sinar Mas Land menggunakan skema Private Owned, Government Operated (POGO).

Dalam kolaborasi tersebut, Sinar Mas Land mendukung penyediaan infrastruktur fisik. Sementara itu, pemerintah mengorkestrasi program dan jejaring ekosistem yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan.

Ekosistem tersebut mencakup startup, talenta digital, industri, investor, akademisi, pemerintah, hingga mitra global.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, kehadiran GSIH di berbagai kota menjadi upaya untuk menyatukan kekuatan dalam transformasi digital Indonesia.

Menurut dia, transformasi digital tidak bisa lagi berjalan secara sendiri-sendiri berdasarkan sektor. GSIH diharapkan menjadi ruang kerja bersama bagi pelaku usaha, pemerintah, investor, dan akademisi.

Adsense

Meutya juga berharap inisiatif tersebut dapat berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Selain itu, digitalisasi diharapkan membantu menciptakan tata kelola bisnis yang semakin transparan dan efisien.

Baca juga : Jaringan Komunikasi Di NTT Berangsur Normal

Dengan tata kelola yang lebih baik, transformasi digital juga diharapkan turut mempercepat penurunan indeks korupsi di Indonesia.

Perluasan GSIH dilatarbelakangi upaya membuka akses yang lebih setara bagi inovator dari berbagai daerah, termasuk yang berbasis komunitas dan UMKM.

Akses tersebut mencakup dukungan teknologi, pengetahuan, sumber daya manusia, jejaring, pendanaan, hingga peluang mendapatkan investor global.

Penguatan jejaring GSIH ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Komdigi dengan sejumlah mitra, yakni Sinar Mas Land, Indosat Ooredoo Hutchison, Nongsa Digital Park, dan Ericsson.

Jadi Pintu Masuk ke Pasar Global

Dalam momentum tersebut, GSIH BSD City diperkenalkan dengan tema “The New Home of Indonesia’s Digital Ecosystem & Global Gateway”.

GSIH BSD City melanjutkan pengembangan yang telah dirintis sejak 2025 melalui hub di Bandung, Jakarta, dan Medan. Pengembangan GSIH dilakukan dengan mempertimbangkan potensi dan kearifan lokal di masing-masing daerah.

Baca juga : Registrasi Nomor HP Pakai Wajah, Ruang Digital Makin Aman

Dengan demikian, setiap hub tidak menggunakan pendekatan yang seragam, tetapi disesuaikan dengan karakteristik ekosistem digital di wilayahnya.

CEO of Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan, GSIH BSD City yang berlokasi di Biomedical Campus tidak hanya menjadi ruang kolaborasi, tetapi juga simpul yang menghubungkan perusahaan rintisan Indonesia dengan akses teknologi dan pendanaan.

Menurut Irawan, hub tersebut juga memiliki peran untuk menarik investor global agar hadir dan menanamkan modal di Indonesia.

“Sebagai sebuah global hub,” kata Irawan, GSIH BSD City akan menjembatani alih teknologi dan pendanaan ventura bagi perusahaan rintisan Indonesia sekaligus mengajak investor hadir ke Indonesia.

Biomedical Campus sendiri berada di kawasan ekonomi khusus yang berfokus pada pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi digital, dan ekonomi kreatif.

Dengan penguatan jejaring tersebut, GSIH BSD City diharapkan menjadi salah satu pintu masuk bagi inovasi Indonesia menuju mitra dan pasar global, sekaligus memperluas peluang kolaborasi bagi pelaku ekosistem digital di dalam negeri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense