Dark/Light Mode

PASBATA Minta Komdigi Lebih Tegas Berantas Hoaks di Ruang Digital

Senin, 3 Agustus 2026 10:04 WIB
Foto: Komdigi.
Foto: Komdigi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal PASBATA, Sri Budianto, meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat pengawasan dan bertindak lebih tegas dalam menjaga ruang digital nasional dari penyebaran hoaks, disinformasi, fitnah, serta propaganda yang dinilai semakin marak dan berpotensi mengganggu persatuan bangsa.

Menurut Sri Budianto, negara tidak boleh membiarkan ruang digital dipenuhi informasi yang sengaja dipelintir, dimanipulasi, atau disebarkan tanpa dasar yang jelas.

"Kami meminta Komdigi untuk bertindak lebih tegas. Patroli digital harus diperkuat dan dilakukan secara konsisten. Ruang digital Indonesia tidak boleh dibiarkan menjadi tempat berkembangnya hoaks, fitnah, dan propaganda yang menyesatkan masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026).

PASBATA juga meminta Komdigi berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menelusuri akun-akun yang diduga mengatasnamakan media atau menggunakan identitas menyerupai media berita, tetapi menyebarkan informasi yang tidak akurat, manipulatif, atau melanggar hukum.

Baca juga : Partai Ummat Tegaskan Dukung Prabowo Berantas Korupsi hingga Tuntas

"Apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum, proseslah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegakan hukum harus dilakukan secara adil, transparan, dan tanpa pandang bulu agar memberikan efek jera," kata Sri Budianto.

Ia menegaskan, seruan tersebut bukan merupakan upaya membatasi kebebasan pers maupun kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Menurutnya, kritik yang disampaikan berdasarkan fakta merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, demokrasi tidak boleh dijadikan alasan untuk menyebarkan hoaks, fitnah, maupun informasi yang menyesatkan.

"Kebebasan berekspresi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab. Yang harus dilindungi adalah hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, utuh, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Baca juga : Pramono Pede DKI Obligasi Daerah Tidak Bebani Keuangan Daerah

Sri Budianto juga mengingatkan bahwa masyarakat telah terlalu lama dihadapkan pada berbagai narasi yang berpotensi memecah belah.

"Kita sudah lelah diadu domba oleh sesama anak bangsa melalui informasi yang belum tentu benar. Jangan biarkan media sosial menjadi arena konflik yang dibangun di atas hoaks dan provokasi. Saatnya seluruh elemen bangsa bersatu," katanya.

PASBATA mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima informasi dan tidak mudah mempercayai konten yang belum terverifikasi.

"Bangsa ini memiliki tantangan besar yang harus diselesaikan bersama. Energi nasional seharusnya diarahkan untuk mengawal program-program prioritas Presiden, memperkuat persatuan, dan mendorong pembangunan, bukan terus-menerus habis untuk melayani perang narasi yang tidak berdasarkan fakta," ujarnya.

Baca juga : RN Talks Bahas Penguatan Komitmen Bersama Berantas Korupsi di Indonesia

Di akhir pernyataannya, Sri Budianto menegaskan bahwa menjaga ruang digital yang sehat merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, platform digital, media, dan masyarakat.

"Negara harus hadir menjaga ruang digital yang sehat. Penegakan hukum terhadap penyebaran hoaks dan disinformasi harus dilakukan secara profesional dan berdasarkan hukum. Masyarakat Indonesia berhak mendapatkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya, sehingga ruang digital menjadi sarana pemersatu bangsa, bukan alat untuk memecah belah masyarakat," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.