RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto tancap gas menyelesaikan bencana yang terjadi di Tanah Air. Setelah turun langsung menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera, Prabowo datang ke Nusa Tenggara Timur (NTT), mengurus korban gempa bumi.
Kepala Negara tiba di NTT sekitar pukul 11.50 WITA, Rabu (26/8/2026). Pesawat yang membawa Presiden dan rombongan terbatas mendarat di Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Dari bandara, Prabowo langsung melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Kabupaten Nagekeo, salah satu wilayah yang terdampak gempa. Helikopter Super Puma yang ditumpangi Presiden mendarat di sekitar Markas Batalyon (Yon) Teritorial Pembangunan (TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Nagekeo.
Dari sana, Prabowo menaiki mobil Maung Garuda menuju posko penanganan bencana. Di sebuah tenda yang disulap menjadi ruang rapat, sejumlah pejabat negara sudah menunggu.
Di dalam tenda, Presiden duduk di kursi yang telah disiapkan. Turut hadir dalam rapat ini antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BNPB Suharyanto, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko, Pangdam IX/Udayana Mayjen Piek Budyakto, Gubernur NTT Melki Laka Lena, dan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus.
Baca juga : Listrik & Sinyal di Flores Sudah Pulih 100 Persen
Rapat diawali dengan laporan Kepala BNPB Suharyanto mengenai kondisi terkini dan penanganan bencana di NTT. Prabowo menyimak dengan seksama. Prabowo lalu bertanya ke Suharyanto mengenai penyaluran bantuan Rp 20 miliar untuk setiap kabupaten terdampak.
“Itu bantuan yang Rp 20 miliar tiap kabupaten yang terdampak sudah sampai?" tanya Prabowo.
Suharyanto memastikan, bantuan Pemerintah Pusat telah diterima Pemerintah Daerah. "Sudah sampai. Kami juga sudah sampaikan ke Pak Bupati, bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana," jawab Suharyanto.
Gubernur NTT Melki Laka Lena itu memastikan, bantuan tersebut telah didistribusikan. "Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp 20 miliar dan Provinsi Rp 40 miliar," ucapnya.
Sementara, Pangdam IX/Udayana Mayjen Piek Budyakto melaporkan pengerahan lima Batalyon (Yon) Teritorial Pembangunan (TP) untuk membantu penanganan pascagempa. "Untuk di Pulau Flores, satu Batalyon TP. Di NTT semuanya ada lima. Satu di Flores, dua di Pulau Timor, dua ada di Pulau Sumba," lapor Piek.
Baca juga : Pimpin Langsung Penanganan Karhutla, Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan
Dua batalyon yang berada di Pulau Timor dikerahkan ke Pulau Flores untuk memperkuat penanganan bencana. Prabowo kemudian memastikan pengerahan dua batalyon dari Pulau Timor tersebut. Piek menjawab, seluruh personel telah dikerahkan. "Seluruhnya TNI ada 7.879 personel," ujarnya.
Selain personel, TNI mengerahkan kapal ADRI untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi korban gempa. Fungsinya sebagai rumah sakit terapung dan kini berada di Pelabuhan Reo. Piek mengatakan, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) juga memberikan tambahan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung operasional kapal ADRI.
Selanjutnya, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita melaporkan pengerahan sejumlah peralatan untuk mempercepat penanganan bencana.
"Kami juga mengerahkan yang ada di Kodam Udayana, ambulans, ekskavator, dump truck yang mungkin kemudian dimanfaatkan oleh Kementerian PU. Di Yon TP ini kan ada dua ekskavator, Pak. Kemudian Pangdam Udayana memobilisasi dari tempat-tempat lain," jelas Tandyo.
Dalam rapat itu, Prabowo menjelaskan alasan tidak langsung mengunjungi NTT setelah gempa terjadi. Ia menerangkan, keputusan itu diambil agar jajaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah lebih dulu fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Baca juga : Presiden Kejar Target Swasembada Energi
"Memang sengaja saya di awal-awal tidak mau datang. Ini karena saya mau memberi kesempatan kepada semua instansi untuk melayani rakyat secara langsung," terangnya.
Ia melanjutkan, jika terlalu banyak pejabat pusat yang datang, terpecah konsentrasi. Bahkan, pejabat daerah sampai menjemput. “Itu kadang-kadang ada kecenderungan bisa menjadi mengalihkan fokus utama," sambung Prabowo.
Meski tidak langsung datang ke lokasi, Prabowo terus memantau perkembangan penanganan gempa di NTT. Pemerintah Pusat juga terus memberikan arahan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi.
“Kita terus memonitor dan yang paling penting dari Pusat adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan. Itu yang paling penting,” ucapnya.
Prabowo lalu memberikan apresiasi kepada semua petugas yang telah bekerja keras menangani korban gempa. “Saya sampaikan terima kasih atas nama Pemerintah Pusat pada Saudara-saudara yang telah bekerja sangat keras dan bereaksi cepat," pungkas Prabowo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.