Dark/Light Mode

Grounbreaking PLTS 100 Gigawatt Di Bali

Presiden Kejar Target Swasembada Energi

Rabu, 26 Agustus 2026 07:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Bali, Selasa (25/8/2026). Program ini menjadi langkah pemerintah mempercepat pengembangan energi Indonesia agar semakin hijau.

Acara peletakan batu pertama PLTS 100 GWp berada di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WITA. Ia kemudian menyalami sejumlah pejabat yang hadir.

Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Selanjutnya, Menko Polkam Djamari Chaniago, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Prabowo berdiri diapit Menko Perekonomian Airlangga dan Menteri ESDM Bahlil.

Dalam pidatonya, Prabowo menargetkan pembangunan PLTS dengan kapasitas total 100 GW dapat terealisasi dalam tiga tahun. Tahap awal dimulai melalui pembangunan 14 PLTS di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau dengan total kapasitas 5,3 GW.

Baca juga : 27 Agustus Ada Demo Di DPR, Jakarta Aman & Kondusif

“Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia,” kata Prabowo.

Presiden mencatat kapasitas pembangkit listrik Indonesia saat ini mencapai sekitar 88 GW. Sumbernya masih berasal dari batu bara, minyak, gas, dan energi panas bumi.

“Kita tidak main-main, target kita adalah 100 GW dalam tiga tahun,” tegasnya.

Prabowo bahkan menantang jajaran terkait untuk mempercepat pencapaian target tersebut. Ia berharap target tiga tahun bisa dipangkas menjadi dua tahun.

“Kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi, ya, nggak lah, dua tahun lah. Kalau berhasil dua tahun, tim energi dapat bintang lagi,” tantang Kepala Negara.

Menurut Prabowo, pengembangan energi surya harus berjalan beriringan dengan optimalisasi sumber energi lain yang dimiliki Indonesia, seperti panas bumi, gas, dan minyak. Dengan demikian, Indonesia semakin mandiri dalam mengembangkan energi hijau dan tidak mudah terpengaruh perkembangan geopolitik maupun kondisi energi global.

Baca juga : Hasil Penggeledahan Di Unsoed, KPK Temukan Bukti Pengondisian Maba

“Intinya 100 GW kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia,” tekan Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Prabowo juga menargetkan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor minyak dan LPG. Ia meminta peningkatan lifting minyak serta optimalisasi sumber daya energi nasional dilakukan secara berkelanjutan. “Kita tidak boleh impor lagi, satu barrel pun minyak. Kita tidak boleh impor lagi, insya Allah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi,” pinta Prabowo.

Ia meminta jajaran Kabinet Merah Putih bekerja keras mengejar target swasembada energi dengan berorientasi pada hasil. Setiap target, kata Prabowo, harus dibuktikan melalui capaian nyata.

“Kita sekarang selalu bicara dengan bukti,” tekan eks Menteri Pertahanan itu.

Prabowo membandingkan target sektor energi dengan pencapaian program swasembada pangan. Target swasembada pangan ditetapkan empat tahun, namun realisasinya justru lebih cepat.

Karena itu, ia optimistis pembangunan PLTS 100 GW juga dapat dicapai lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan. “Pada sore hari ini, Selasa tanggal 25 Agustus 2026 dengan rahmat Tuhan yang Maha Besar saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi saya luncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 Gigawatt peak,” jelas Prabowo.

Baca juga : Eddy Soeparno: Penanganan Sudah Dilakukan Dengan Baik

Di kesempatan sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan, proyek PLTS 100 GWp akan memberikan banyak dampak positif. Di antaranya penghematan anggaran negara melalui pengurangan subsidi energi dan penciptaan lapangan kerja baru.

Total investasi untuk proyek PLTS 100 GWp ini, lanjut Bahlil, mencapai 73 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 1.140 triliun. “Dari total ini, bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp 73,9 triliun dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja,” jelas Bahlil kepada Prabowo.

Bahlil mengatakan, program energi hijau tersebut telah masuk dalam Rancangan APBN 2027. Pemerintah bergerak cepat merealisasikannya untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. “Kalau ini mampu kita implementasikan semuanya, penurunan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar Rp 6,31 triliun,” jelas Bahlil.

Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, biaya pembangkitan listrik dari PLTS yang diluncurkan saat ini berkisar USD 5-6 sen per kilowatt hour (kWh). Namun, biaya tersebut belum termasuk baterai. “(Biaya) baterainya itu ditambah lagi. Baterainya tergantung mau 4 jam, mau 24 jam, itu harganya akan mengikuti lama daripada pemakaian baterai itu,” jelasnya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.