RM.id Rakyat Merdeka - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka sepakat untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pertanian dan pembinaan generasi muda.
Hal itu dinyatakan dalam Memorandum of Understanding (MoU) dan peresmian Center of Excellence for Global Integrated Farming Training and Education di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pertanian, edukasi, pelatihan, inovasi, serta pengembangan kapasitas generasi muda.
Sedangkan kehadiran Center of Excellence for Global Integrated Farming Training and Education menjadi simbol dimulainya pusat pelatihan dan pendidikan pertanian terpadu, yang diharapkan menjadi wadah pembelajaran bagi anggota Pramuka, pelajar, dan masyarakat.
Ketua Umum HKTI sekaligus Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dr. Sudaryono menyampaikan bahwa penguatan sektor pertanian dan keterlibatan generasi muda memiliki keterkaitan erat dengan upaya memastikan Swasembada Pangan yang berkelanjutan.
"Pembangunan pertanian tidak hanya membutuhkan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, jiwa kewirausahaan, dan kepedulian terhadap pangan," katanya dalam siaran persnya, Kamis (27/8/2026).
Baca juga : PTPN III Dan BRIN Kerja Sama Riset Untuk Percepat Swasembada Pangan
Sudaryono juga menerima Kartu Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka sebagai bentuk apresiasi sekaligus simbol semakin eratnya hubungan antara HKTI dan Gerakan Pramuka dalam mendukung pembangunan nasional.
Menurutnya, ikut menjadi bagian dari Gerakan Pramuka dan mengikuti Jambore Nasional merupakan pengalaman penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, persaudaraan, serta semangat kebangsaan generasi muda.
"Semoga anak-anak Indonesia dapat merasakan bagaimana menjadi peserta Jambore Nasional, karena ini merupakan event yang selalu dinantikan oleh setiap anggota Pramuka," ujar Sudaryono.
Dia juga mengajak siswa dan anggota Pramuka untuk lebih mengenal jiwa kebangsaan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap Indonesia. Hal ini menjadi upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun karakter generasi muda.
Sudaryono menambahkan, kolaborasi antara HKTI dan Gerakan Pramuka diharapkan akan terus berkembang menjadi gerakan nyata di berbagai daerah.
Sinergi kedua organisasi diharapkan dapat memperkuat regenerasi petani, meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian, sekaligus mendorong lahirnya pelaku pertanian muda yang mampu memanfaatkan teknologi dan inovasi.
Baca juga : Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
"Generasi muda tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga menjadi pelopor pertanian modern, agen edukasi, dan penggerak Swasembada Pangan yang berkelanjutan," tandasnya.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Komjen Pol. (Purn.) Drs. Budi Waseso menerangkan, konsep Center of Excellence tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan kepramukaan, yakni learning by doing atau belajar sambil melakukan.
Karena itu, berbagai inovasi dan teknologi pertanian yang diterapkan di kawasan tersebut diharapkan tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi juga dapat langsung dipraktikkan oleh anggota Pramuka di seluruh penjuru negeri.
"Melalui program ini kita juga ingin menumbuhkan kembali minat generasi muda terhadap pertanian. Ini penting agar Indonesia tidak menghadapi kesenjangan regenerasi petani," katanya .
Budi Waseso yang akrab disapa Buwas menjelaskan, regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting karena semakin banyak petani yang berusia lanjut. Di sisi lain, minat generasi muda untuk meneruskan profesi di sektor pertanian masih perlu diperkuat.
"Karena itu, Gerakan Pramuka dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang mengenal, memahami, dan memiliki keterampilan di bidang pertanian," ujarnya.
Baca juga : Terima Kepala BGN, Luhut Minta MBG Fokus Wilayah 3T
Dengan jaringan 426.829 gugus depan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, Gerakan Pramuka memiliki jaringan yang luas untuk menjadi sarana edukasi pertanian sekaligus penggerak di tingkat masyarakat.
"Kita ingin menunjukkan bahwa pertanian adalah bagian penting menuju Indonesia Emas 2045. Dengan pangan yang kuat, negara akan kuat," tegas Budi.
Melalui Center of Excellence, peserta tidak hanya diperkenalkan pada budidaya tanaman, tetapi juga berbagai konsep pertanian terpadu, antara lain pengelolaan pupuk organik, pemanfaatan limbah, peternakan, perikanan, hingga teknologi bioenergi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan sistem pertanian yang efisien, produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Selain menjadi pusat pembelajaran, Center of Excellence menjadi pusat pembelajaran yang dapat diakses anggota Pramuka, pelajar, serta masyarakat umum untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman praktik di bidang pertanian.
Pengetahuan mengenai pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan energi alternatif dapat disesuaikan dengan potensi wilayah dan diterapkan di lingkungan masing-masing.
"Harapan kita, agen-agen Pramuka yang pulang ke daerah dan menjadi agen penyuluh pertanian. Paling tidak, ilmu yang diperoleh dapat mereka praktikkan di rumah dan lingkungan masing-masing," pungkas Buwas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.