Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PTPN III Dan BRIN Kerja Sama Riset Untuk Percepat Swasembada Pangan
Kamis, 27 Agustus 2026 19:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat riset dan inovasi di sektor perkebunan. Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna bersama Kepala BRIN Arif Satria di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Penandatanganan dilakukan dalam kegiatan BRIN Goes to Industry yang mempertemukan kapasitas riset dengan kebutuhan dunia industri. Forum ini menjadi wadah untuk mempercepat hilirisasi hasil riset, teknologi, dan inovasi agar dapat memberikan manfaat bagi industri nasional.
Denaldy mengatakan kerja sama dengan BRIN mempertemukan kekuatan riset dengan pengalaman operasional PTPN Group di sektor perkebunan.
“Sinergi ini kami arahkan agar hasil riset dan inovasi semakin relevan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Denaldy.
Baca juga : BRIN Gandeng BJGN Hilirisasi Produk Kesehatan Berbasis Nuklir
Menurut dia, hasil riset yang dikembangkan bersama diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi PTPN Group dalam mendukung agenda pemerintah mempercepat swasembada pangan.
Riset dari Hulu hingga Hilir
Nota Kesepahaman antara PTPN III dan BRIN menjadi payung kerja sama dalam mengoptimalkan potensi serta meningkatkan kinerja kedua pihak sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Ruang lingkup kolaborasi mencakup penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, invensi, dan inovasi. Kedua pihak juga dapat memanfaatkan hasil riset serta menggunakan sarana dan prasarana secara bersama sesuai ketentuan yang berlaku.
Kerja sama tersebut juga mencakup implementasi Hub Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi (Hub Iptekin) sektor pangan. Selain itu, PTPN III dan BRIN akan melakukan pertukaran data, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pendayagunaan tenaga ahli.
Baca juga : Kebut Swasembada Bawang Putih, PTPN Group Siapkan Lahan 10 Ribu Hektar Di Jabar
Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penelitian. Hasil riset yang sesuai dengan kebutuhan industri akan diarahkan untuk dapat diterapkan dan dikembangkan dalam skala yang lebih luas.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan sektor perkebunan memiliki ruang yang luas untuk pengembangan riset, baik pada sisi hulu maupun hilir.
“Sektor perkebunan memiliki ruang pengembangan riset yang sangat luas, mulai dari teknologi pengolahan hingga pemanfaatan limbah sawit,” ujar Arif.
Dia mengatakan BRIN memiliki kapasitas penelitian yang mencakup berbagai bidang dari hulu hingga hilir. Karena itu, kolaborasi dengan industri dinilai penting agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikomersialkan dan berkembang menjadi skala bisnis.
Dorong Hilirisasi Inovasi
Baca juga : PTPN III Perkuat Ekonomi Warga Desa Bulok Lewat Relawan Bakti BUMN
Menurut Arif, konsep BRIN Goes to Industry menempatkan kebutuhan industri sebagai salah satu dasar pengembangan riset. Dengan pendekatan tersebut, tantangan yang dihadapi industri dapat dihubungkan langsung dengan kapasitas periset, fasilitas penelitian, dan inovasi yang dimiliki BRIN.
Kerja sama dengan PTPN III menjadi salah satu bentuk upaya mempertemukan kebutuhan sektor perkebunan dengan kemampuan riset nasional.
Melalui kolaborasi tersebut, inovasi diharapkan dapat menjawab berbagai kebutuhan di sektor perkebunan, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pengolahan dan pemanfaatan hasil samping serta limbah.
Sementara itu, pelaksanaan kegiatan lanjutan dari Nota Kesepahaman akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama definitif. Setiap program akan disesuaikan dengan sumber daya dan kebutuhan kedua pihak serta tetap mengacu pada peraturan dan kebijakan yang berlaku.
PTPN III dan BRIN berharap kerja sama ini dapat mempercepat pemanfaatan hasil riset dan inovasi di sektor perkebunan. Pada akhirnya, kolaborasi tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas, memperkuat sektor pertanian dan perkebunan, serta ikut menopang agenda swasembada pangan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya