BREAKING NEWS
 

Heboh Suara Dentuman di Jawa Barat hingga Lampung, Ini Penjelasan PVMBG

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 5 September 2026 12:07 WIB
Kepala PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM Rita Susilowati dalam konferensi pers virtual, Sabtu (5/9/2026). (Foto: YouTube/Badan Geologi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan penjelasan terkait bunyi gemuruh dan dentuman di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung. Fenomena alam tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.20 WIB malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.

PVMBG menduga, bunyi gemuruh dan dentuman itu memiliki kaitan dengan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan yang mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. 

"Kami menduga itu memang ada kaitannya dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan," kata Kepala PVMBG Rita Susilowati dalam konferensi pers virtual, Sabtu (5/9/2026).

Rita kemudian mencontohkan kejadian saat Anak Krakatau mengalami dua kali erupsi pada 10 April 2020, masing-masing pada pukul 21.58 WIB dan 22.35 WIB. Kemudian pada 11 April 2020, terdengar suara dentuman di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. 

"Hasil pemantauan BMKG saat itu, tidak ada gempa bumi signifikan di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten yang dapat menjelaskan suara tersebut. Meskipun kami memang menduga itu berhubungan dengan Anak Krakatau, kesamaan waktu ini merupakan indikasi korelasi yang belum dengan sendirinya membuktikan suara dentuman secara pasti," terang Rita.

Baca juga : Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus Sejak Jumat Malam

Menurutnya, perambatan suara erupsi hingga jarak jauh bukanlah fenomena yang tidak mungkin terjadi. Saat Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengalami erupsi pada 13 Februari 2014, misalnya. Suara dentumannya bisa terdengar di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang jauh dari sumber erupsi.

"Saat itu, erupsi di Gunung Kelud memiliki tinggi kolom 17 km, sehingga mampu melepaskan energi akustik yang sangat besar," ujar Rita. 

Tak menutup kemungkinan, perbedaan temperatur dan kecepatan angin dapat memengaruhi perambatan gelombang suara di atmosfer, sehingga suara dari sumber tertentu dapat terdengar lebih jauh atau lebih kuat. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menjadi sumber dentuman.

Adsense

"Kepastian sumbernya ini tetap memerlukan pencocokan waktu erupsi dan waktu pelaporan masyarakat," tutur Rita.

Erupsi Berkala Anak Krakatau

Rita memaparkan, setelah erupsi besar yang memicu tsunami di pesisir Banten dan Lampung pada 22 Desember 2018, Anak Krakatau mengalami erupsi berskala rendah yang terus berlangsung sebagai fase konstruksi pertumbuhan kembali hingga 16 Desember 2023. 

Baca juga : Gunung Anak Krakatau Lampung Meletus, Badan Geologi Keluarkan Peringatan

Anak Krakatau kemudian kembali mengalami erupsi pada 2 Juli 2026.

"Jeda erupsinya cukup lama. Sehingga, sejak 2 Juli 2026, levelnya kami naikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga)," cetus Rita.

PVMBG juga mencatat adanya letusan Anak Krakatau pada 31 Agustus 2026. Anak Krakatau kemudian kembali mengalami erupsi pada 4 September 2026 pukl 23.07 WIB hingga 5 September 2026 pukul 04.40 WIB dengan melontarkan batu pijar dan abu vulkanik. Hingga saat ini, PVMBG terus memantau aktivitas Anak Krakatau. 

Masyarakat Harus Tetap Waspada

Rita mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari pusat aktivitas Anak Krakatau. Waspadai ancaman bahaya awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.

"Masyarakat di wilayah Provinsi Banten dan Lampung dimohon tetap tenang dan melakukan kegiatan seperti biasa, dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat," pungkasnya. 
 

Baca juga : Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT Kini Berstatus Level III Waspada

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense