BREAKING NEWS
 

Anak Krakatau Erupsi, Ini 5 Hal Penting Yang Wajib Diketahui

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 5 September 2026 19:37 WIB
Foto: Badan Geologi

RM.id  Rakyat Merdeka - Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Erupsi menerus yang disertai lontaran material pijar dan fenomena air mancur lava atau lava fountain membuat gunung api di Selat Sunda itu kembali menjadi perhatian.

Meski demikian, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat tetap tenang. Berikut lima hal penting yang perlu diketahui dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

1. Status Anak Krakatau masih Siaga

Gunung Anak Krakatau masih berada pada status Siaga atau Level III. Status tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik masih tinggi sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Anak Krakatau terus dilakukan secara intensif.

2. Erupsi terjadi secara menerus

Baca juga : Daryono: Dentuman Bandung Bersumber Dari Erupsi Anak Krakatau, Ini Alasannya

Aktivitas Anak Krakatau ditandai dengan erupsi yang berlangsung menerus. Erupsi tersebut disertai lontaran material pijar hingga fenomena lava fountain dari kawasan puncak.

Cahaya merah dari material pijar terlihat dari sejumlah kawasan di sekitar Selat Sunda. Suara dentuman dari arah gunung juga dilaporkan terdengar di beberapa wilayah.

3. Badan Geologi pastikan tidak ada potensi tsunami

Adsense

Meningkatnya aktivitas Anak Krakatau sempat memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan terjadinya tsunami. Namun, Badan Geologi memastikan aktivitas erupsi yang berlangsung saat ini tidak menunjukkan adanya potensi tersebut.

“Erupsi yang terjadi saat ini tidak menunjukkan adanya potensi tsunami,” kata Lana Saria.

Baca juga : Dentuman Bandung hingga Lampung Terkait Erupsi Anak Krakatau? Ini Kata BMKG

Menurut dia, tsunami akibat aktivitas vulkanik dapat terjadi apabila terdapat perubahan besar pada tubuh gunung, seperti longsoran atau runtuhan material dalam jumlah signifikan yang masuk ke laut.

4. Warga diminta menjauhi zona bahaya

Status Siaga bukan berarti masyarakat harus panik. Namun, warga, nelayan, wisatawan, dan pihak lain diminta mematuhi rekomendasi PVMBG dan tidak memasuki kawasan bahaya di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Aktivitas erupsi juga tidak boleh dijadikan tontonan. Masyarakat diminta tidak memaksakan diri mendekati gunung untuk melihat semburan lava maupun fenomena vulkanik lainnya.

5. Pantau informasi resmi, jangan mudah percaya kabar yang beredar

Badan Geologi mengingatkan masyarakat agar mengikuti perkembangan Anak Krakatau melalui informasi resmi. Masyarakat diminta tidak mudah percaya, apalagi menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Baca juga : Badan Geologi Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Berpotensi Picu Tsunami

Informasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui Badan Geologi, PVMBG, BMKG, BNPB, dan instansi pemerintah terkait.

Lana menegaskan pemantauan terhadap Anak Krakatau akan terus dilakukan untuk mengantisipasi setiap perubahan aktivitas. Masyarakat diharapkan tetap waspada tanpa perlu diliputi kepanikan selama mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense