BREAKING NEWS
 

Abunya Nyebar Ke 5 Provinsi, 8 Bandara Ditutup

Erupsi Anak Krakatau Ada Di Level Siaga

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Senin, 7 September 2026 08:03 WIB
Foto: Badan Geologi ESDM

RM.id  Rakyat Merdeka - Erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung hingga Minggu (6/9/2026) pagi dengan status Level III atau Siaga. Abu vulkanik dilaporkan telah menyebar ke lima provinsi dan menyebabkan delapan bandara ditutup sementara demi keselamatan penerbangan.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, erupsi terbaru terjadi pada Minggu pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik. Aktivitas erupsi sebelumnya berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) malam, bahkan suara dentumannya dilaporkan terdengar hingga Bandung, Jawa Barat.

Abu vulkanik menyebar ke Banten, Jawa Barat, Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. Material tersebut dilaporkan menempel di rumah, jendela, hingga kendaraan warga.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan, berdasarkan rekaman instrumental, episode erupsi menerus berlangsung sejak Jumat pukul 23.07 WIB hingga Minggu pukul 00.04 WIB.

Kemudian, erupsi susulan bertipe Strombolian terjadi pada pukul 03.53 WIB. Erupsi tersebut sementara diartikan sebagai penanda berakhirnya episode erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam.

"Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus kami evaluasi secara berkala. Selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan, status Level III atau Siaga dan seluruh rekomendasinya tetap berlaku," kata Siti.

Baca juga : ASN Daerah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa WFH 50 Persen

Sementara itu, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan, arah dan jangkauan sebaran abu vulkanik dapat berubah bergantung pada arah dan kecepatan angin. Tinggi kolom erupsi, durasi erupsi, serta jumlah material yang dikeluarkan juga memengaruhi arah dan luas sebaran abu.

"Oleh sebab itu, arah sebaran abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat dan harus diperbarui berdasarkan kondisi meteorologi terkini," ujarnya.

Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan serta mengikuti informasi resmi Pemerintah terkait perkembangan erupsi.

Kementerian Perhubungan bergerak cepat mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap penerbangan. Sebanyak delapan bandara ditutup sementara.

Adsense

Bandara yang terdampak yakni Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu. Penutupan tersebut berdampak terhadap 467 penerbangan, terdiri atas 58 penerbangan internasional dan 409 penerbangan domestik. Sekitar 150.000 penumpang turut terdampak.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, penutupan sementara bandara merupakan bagian dari mitigasi apabila kondisi abu vulkanik dinilai membahayakan keselamatan penerbangan.

Baca juga : Anak Krakatau Erupsi, Mendagri Minta Pemda Terdampak Tingkatkan Kewaspadaan

"Apabila memang seperti tadi, masa sebaran masih banyak, kemudian paper test-nya masih positif, maka kami tidak akan memaksakan bandara tersebut dibuka atau pengoperasian pesawat dilakukan," ujar Dudy saat memantau Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026).

Ia meminta, seluruh operator penerbangan mengutamakan keselamatan serta memberikan informasi secara cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat. Maskapai juga diminta memastikan hak-hak penumpang tetap dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kementerian Perhubungan membuka kemungkinan pengalihan penerbangan ke bandara lain, antara lain Kertajati, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa mengatakan, pihaknya terus memantau sebaran abu vulkanik dan berkoordinasi dengan operator penerbangan, pengelola bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta instansi terkait lainnya.

Instruksi Presiden

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kementerian, lembaga, Pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk bersiaga penuh menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perhubungan diminta memastikan seluruh langkah kesiapsiagaan dan penanganan dampak erupsi berjalan optimal.

Baca juga : Abu Anak Krakatau Masih Mengganggu, Soekarno-Hatta Ditutup Hingga 00.00 WIB

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tetapi tidak boleh lengah," demikian pernyataan Prabowo melalui akun media sosial resminya, Minggu (6/9/2026).

Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak, terutama di Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan pesisir Selat Sunda, diminta mematuhi arahan petugas serta rekomendasi yang telah ditetapkan pihak berwenang.

Prabowo juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memasuki zona bahaya Gunung Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik. Prabowo menambahkan, Pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin keselamatan masyarakat.

"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense