Dark/Light Mode

Mendikdasmen Sarankan PJJ untuk Daerah Terdampak Berat Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 16:58 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti (Foto: tangkapan layar Zoom)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti (Foto: tangkapan layar Zoom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengimbau Pemerintah Daerah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran bagi siswa. 

Daerah yang terdampak berat disarankan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan siswa.

"Beberapa daerah memang ada yang terdampak cukup berat, seperti Lampung dan Banten. Daerah yang sangat terdampak kami sarankan untuk melakukan pembelajaran dari rumah melalui daring. Bila tidak dapat secara daring, bisa diselenggarakan di tempat tertentu yang aman," ujar Mu'ti dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Minggu (6/9/2026).

Baca juga : Sebaran Abu Vulkanik, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Senin 7 September

Menurut Mu’ti, pemerintah daerah merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi di wilayah masing-masing, sehingga dapat menentukan perlu atau tidaknya pembelajaran tatap muka.

Karena itu, Mu'ti meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat, mengenai mekanisme pembelajaran yang akan diterapkan.

"Mulainya besok (bila ada PJJ). Masing-masing Pemkab dan Pemkot harus memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat," katanya.

Baca juga : Erupsi Menerus Anak Krakatau Telah Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Mu'ti menegaskan, keselamatan dan kesiapan siswa harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan bentuk kegiatan pembelajaran, apakah tetap dilakukan di sekolah atau dialihkan ke rumah. Daerah yang dinilai tidak aman, dianjurkan tidak menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

"Keselamatan murid adalah prioritas pertama," ujarnya.

Daerah Aman Bisa Tatap Muka 

Mu'ti menuturkan, sekolah yang dinilai aman untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka oleh otoritas setempat, harus menerapkan protokol keselamatan secara ketat. Salah satunya, dengan melarang kegiatan belajar di luar ruang kelas.

Baca juga : Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang Hingga 17.30 WIB

Selain itu, sekolah juga diminta memastikan ruang belajar yang dapat memberikan perlindungan maksimal bagi siswa.

"Pintu dan jendela kelas perlu diamankan, agar kondisi anak-anak tetap terjaga selama kegiatan pembelajaran berlangsung," pungkas Mu'ti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.