RM.id Rakyat Merdeka - Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo mendorong pemerintah segera menyusun agenda percepatan pemulihan selama 90 hari pascakunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara (Sumut).
Menurut Wahyu, kunjungan Wapres ke lapangan perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan terukur, terutama untuk menyelesaikan persoalan kritis yang masih dihadapi masyarakat terdampak bencana.
“Menurut saya, setelah kunjungan Wapres perlu segera disusun agenda percepatan pemulihan 90 hari untuk lokasi yang masih memiliki persoalan kritis,” kata Wahyu dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Seperti diketahui, Gibran meninjau sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumut pada Jumat (4/9/2026). Sejumlah lokasi yang dikunjungi berada di Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Tapanuli Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres melihat langsung kondisi masyarakat serta proses pemulihan di sejumlah daerah. Berbagai fasilitas dan infrastruktur terdampak turut menjadi perhatian, mulai dari hunian warga, fasilitas pendidikan, jembatan hingga infrastruktur pengendalian banjir.
Baca juga : Tinjau Huntap Di Sumut, Gibran Pastikan Fasilitas Dasar Dan Ekonomi Warga Pulih
Wahyu menilai kondisi pemulihan di setiap daerah masih berbeda. Di sejumlah lokasi, hunian tetap telah mulai ditempati warga. Namun, pembangunan hunian dan fasilitas pendukung di wilayah lain masih terus berlangsung.
Karena itu, ia menilai pemerintah perlu memastikan proses pemulihan berjalan secara menyeluruh. Tidak hanya menyelesaikan persoalan tempat tinggal, tetapi juga memperbaiki infrastruktur serta memulihkan kehidupan ekonomi masyarakat.
Menurut Wahyu, ada tiga prioritas utama yang perlu segera dituntaskan pemerintah dalam agenda percepatan tersebut.
Pertama, memastikan kepastian pembangunan hunian tetap dan ketersediaan fasilitas dasar bagi warga terdampak. Kedua, menyelesaikan infrastruktur kritis yang masih menghambat aktivitas masyarakat. Ketiga, membantu pemulihan mata pencaharian warga agar kehidupan ekonomi dapat kembali berjalan.
Ia mengapresiasi arahan Wapres Gibran yang meminta setiap persoalan di lapangan memiliki penanggung jawab yang jelas serta target waktu penyelesaian.
Baca juga : Gibran Minta Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga Rampung Tepat Waktu
Bagi Wahyu, pola kerja tersebut penting agar proses pemulihan tidak berhenti pada koordinasi dan rapat, melainkan menghasilkan penyelesaian nyata di lapangan.
“Saya melihat pesan Wapres bahwa setiap persoalan harus jelas siapa yang menangani dan kapan selesai sebagai pesan yang sangat tepat,” ujarnya.
Ia berharap arahan tersebut segera diterjemahkan oleh satuan tugas dan seluruh pihak yang mendapat instruksi dalam penanganan pemulihan pascabencana di Sumut.
“Saya mengapresiasi apa yang dipesankan oleh Wapres, dan ini harus langsung dijalankan oleh Satgas yang menerima instruksi Wapres tersebut,” tegas Wahyu.
Untuk memastikan agenda percepatan berjalan sesuai target, Wahyu mengusulkan adanya evaluasi berkala dalam tiga tahap.
Baca juga : Wapres Gibran Minta Maaf kepada Warga Huntara Tapsel, Huntap Dibangun Bulan Ini
Evaluasi pertama dilakukan setelah 30 hari, kemudian dilanjutkan pada hari ke-60 dan hari ke-90. Dengan pola tersebut, pemerintah dapat mengukur perkembangan pekerjaan sekaligus segera mengatasi hambatan yang muncul.
Menurutnya, keberhasilan kunjungan pejabat pemerintah ke daerah terdampak bencana seharusnya tidak hanya dilihat dari jumlah lokasi yang dikunjungi atau instruksi yang diberikan.
Ukuran utamanya adalah penyelesaian persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang terpenting adalah memastikan hasil kunjungan tersebut tidak berhenti pada catatan dan instruksi, tetapi diterjemahkan menjadi pekerjaan yang jelas, terukur, dan selesai di lapangan,” pungkas Wahyu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.