BREAKING NEWS
 

Setelah Ratusan Siswa & Guru Keracunan MBG, Pati Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 11 September 2026 08:36 WIB
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra (tengah). (Foto: Dok. Pemkab Pati)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah ratusan siswa dan guru di tiga sekolah di Kecamatan Gembong keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, status KLB ditetapkan untuk memastikan penanganan para korban dilakukan secara maksimal. Terlebih, jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan terus bertambah dan mencakup tiga sekolah.

"Karena menyangkut keselamatan korban, kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa," kata Chandra, dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Chandra menegaskan, keselamatan para korban menjadi prioritas Pemkab Pati. Dalam kondisi darurat, pembiayaan penanganan dapat menggunakan belanja tidak terduga dalam APBD Pati.

Pemkab Pati juga terus melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. "Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi," jelas Chandra.

Ia turut meminta maaf kepada para orang tua dan masyarakat Pati atas kejadian tersebut. Ia memastikan, Pemkab Pati akan menanggung biaya pengobatan para korban.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan serta memastikan kondisi mereka terus terpantau," ujarnya.

Baca juga : Ambil Alih Utang Whoosh, Purbaya Bayar Cicilan Rp 1 Triliun Per Tahun

Dugaan keracunan pertama kali dilaporkan terjadi di SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati. Di SMP Negeri 1 Gembong, sebanyak 103 siswa dan 13 guru mengalami mual dan diare. Sementara, di MTs Negeri 3 Pati, terdapat 127 siswa dan 30 guru yang mengalami keluhan serupa setelah menyantap menu MBG.

Jumlah sekolah yang melaporkan dugaan keracunan kemudian bertambah. MTs Manbaul Ulum, Desa Bermi, Kecamatan Gembong, juga melaporkan sejumlah siswanya mengalami keluhan setelah menyantap MBG.

"Total 11 siswa yang dibawa ke rumah sakit," kata Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTs Manbaul Ulum Bermi, Ahmadi Rozaq, Kamis (10/9/2026).

Ahmadi mengatakan, para siswa yang mengalami keluhan usai menyantap menu MBG, langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Hingga Kamis (10/9/2026), delapan siswa dirawat di Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (RS KSH), dua siswa di RSUD Soewondo dan dua lainnya di RS Mitra Bangsa.

Ahmadi menerangkan, para siswa mengalami mual, pusing dan diare setelah menyantap MBG pada Selasa (8/9/2026). Namun, keluhan baru dilaporkan sehari setelah makanan tersebut dikonsumsi.

Adsense

Ia terus memantau perkembangan para siswa yang menyantap MBG. Beberapa di antaranya ada yang sudah pulih setelah sempat dirawat. 

"Ini saya cek semua kelas. Ada 6 kelas. Kalau ada yang agak lemas saya bawa ke puskesmas," ucapnya.

Baca juga : Keracunan MBG Terjadi di Pati & Tulungagung

Ahmadi mengungkapkan, MBG di sekolahnya merupakan pasokan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pati Gembong 1. Dapur ini juga diketahui mendistribusikan makanan ke dua sekolah lain yang ikut mengalami dugaan keracunan. 

"Menunya nasi bakar, ini sama SPPG Pati Gembong 1, sama SMP Negeri 1 Gembong, dan MTs Negeri 3 Pati," jelasnya.

Sebagai langkah evaluasi, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Trenggono terjun langsung meninjau kondisi para korban di RS KSH, bersama Plt Bupati Pati. Dalam kunjungan itu, Trenggono menyebut masih ada 59 korban yang menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, kondisi mereka disebut sudah berangsur membaik.

"Semuanya sudah dalam kondisi yang berangsur pulih. Tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan, dan dalam beberapa waktu ke depan diyakini akan semakin membaik," ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Trenggono meminta orang tua siswa tidak panik. Pemerintah memastikan penanganan korban tetap menjadi prioritas, sementara sampel makanan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui penyebab kejadian.

"Orang tua agar tetap tenang. Kami dari Pemerintah hadir untuk mendukung program Bapak Presiden Prabowo guna memastikan semua dapur melayani dengan aman. Saat ini sampel makanan masih diuji di laboratorium, dan hasilnya akan segera kami umumkan," ujarnya.

Trenggono juga mengatakan, kasus tersebut menjadi perhatian BGN. Ia menegaskan, bakal memberikan sanksi terhadap SPPG yang terbukti melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga menyebabkan keracunan. Sanksi akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran. Penangguhan dapat diberikan selama 10 hari untuk pelanggaran ringan dan 20 hari untuk pelanggaran sedang hingga berat. Dapur yang dinilai tidak layak dapat dikenai penghentian operasional secara permanen.

Baca juga : Waspada, Tapi Jangan Panik

"Seperti komitmen BGN, jika ada dapur yang menyiapkan MBG secara tidak baik hingga menyebabkan keracunan, langsung kami suspend (tangguhkan) berat. Jika kondisi dapurnya memang buruk, kami akan suspend permanen," tegasnya

Sejalan dengan langkah tersebut, Pemkab Pati menghentikan sementara operasional SPPG Pati Gembong 1 yang memasok MBG ke tiga sekolah terdampak.

Upaya pemeriksaan tak berhenti di situ, BGN bersama Pemkab Pati juga bakal mengevaluasi seluruh dapur penyedia MBG di Kabupaten Pati. Sebanyak 172 dapur dijadwalkan diperiksa pada pekan depan.

Trenggono menyebut, pemeriksaan bakal melibatkan tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Kodim dan Polres setempat. Evaluasi mencakup kondisi fasilitas hingga kemampuan masing-masing dapur dalam memenuhi kebutuhan makanan. "Minggu depan, saya akan datang sendiri bersama tim untuk mengecek ulang fasilitas dan kemampuan seluruh dapur di Pati dalam melayani mitra," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense