Dark/Light Mode

4 Gunung Erupsi Bareng

Waspada, Tapi Jangan Panik

Kamis, 10 September 2026 07:50 WIB
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU)
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Empat gunung api di sejumlah wilayah Indonesia mengalami erupsi dalam waktu yang hampir bersamaan pada Rabu (9/9/2026). Masyarakat diminta tetap waspada, tetapi jangan panik.

Berdasarkan laporan harian Magma Indonesia, empat gunung api yang mengalami erupsi yakni Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gunung Semeru di Jawa Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara.

Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu yang menunjukkan aktivitas erupsi cukup mencolok. Petugas pengamat gunung api melalui Magma Indonesia mencatat erupsi terjadi sekitar pukul 00.47 WIB.

Baca juga : Karhutla Kalimantan & Sumatera Disorot 13 Negara

Berdasarkan pemantauan langsung KRI Lepu-861 milik TNI AL, gunung yang berada di Selat Sunda tersebut masih menyemburkan asap dan abu vulkanik hingga ketinggian sekitar 7.000 kaki atau 2,1 kilometer.

Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Badan Geologi sebelumnya mencatat aktivitas erupsi menerus gunung tersebut berlangsung sejak 4 September dan sempat menyebabkan sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah Banten, Lampung, Jawa Barat hingga Jakarta.

Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Wahyu Hidayat mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.

Baca juga : 5 Wartawan Hilang Di Sekitar Anak Krakatau, Pencarian Diperluas Ke Selat Sunda

“Fase erupsinya secara total belum bisa dikatakan berakhir,” ujar Wahyu, Rabu (9/9/2026).

Aktivitas erupsi juga terjadi di Gunung Ili Lewotolok, Lembata, NTT. Gunung yang berstatus Level II atau Waspada tersebut tercatat mengalami dua kali erupsi pada Rabu pagi.

Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 05.03 WITA dengan kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak. Sekitar 53 menit kemudian, erupsi kembali terjadi dengan kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut.

Baca juga : Geledah Rumah Direktur PT CMC, KPK Sita Barbuk Elektronik

Di Jawa Timur, Gunung Semeru juga masih menunjukkan aktivitas tinggi. Berdasarkan laporan pengamatan kegempaan pada Rabu pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat 29 kali gempa letusan atau erupsi dengan durasi masing-masing 59 hingga 111 detik.

Aktivitas letusan terekam instrumen pemantauan, meski tinggi kolom erupsi tidak teramati secara visual. Gunung Semeru saat ini berstatus Level III atau Siaga.

“Gunung Semeru mengalami 29 kali letusan selama enam jam,” ujar petugas pengamatan Gunung Semeru Liswanto, Rabu (9/9/2026).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor