BREAKING NEWS
 

Muktamar Ke-35 Sukses Lakukan Terobosan

Pemilihan Ketum PBNU Lebih Sejuk & Bermartabat

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Minggu, 13 September 2026 06:50 WIB
Rais Aam PBNU periode 2026-2031, KH Miftachul Akhyar dalam acara Pembubaran Panitia Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (10/9/2026) malam. (Foto: YouTube/Tambakberas TV)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mekanisme pemilihan kepemimpinan baru PBNU dinilai menghadirkan kompetisi yang lebih sejuk, sekaligus menjaga kehormatan semua pihak. Yaitu, lahirnya proses pergantian kepemimpinan tanpa meninggalkan luka politik berkepanjangan.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031, KH Miftachul Akhyar menyebut pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menjadi pelajaran penting bagi Nahdlatul Ulama (NU) untuk berani melakukan terobosan dan keluar dari kebiasaan.

"Keberhasilan penyelenggaraan Muktamar ke-35 (NU) membuktikan sesuatu yang semula dianggap sulit, bahkan tidak mungkin, dapat diwujudkan melalui kekompakan dan ikhtiar bersama," kata Kiai Miftach dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Untuk diketahui, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang mengubah mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Dari yang semula pemungutan suara langsung menjadi sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Yaitu, Ketua Umum PBNU diputuskan dan ditetapkan oleh AHWA.

Kiai Miftach menukil pesan Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam Al-Hikam. Yaitu, pentingnya melakukan terobosan atas kebiasaan yang selama ini menjadi ukuran dalam melihat dan menilai sesuatu.

Baca juga : Bantah Kabar Hubungannya Retak, Farhan Masih Kasih Tugas Ke Wakilnya

“Muktamar ini pelajaran penting buat NU, buat kita semuanya, agar nguri-nguri (memelihara) hal-hal yang di luar kebiasaan,” ujarnya.

Kiai Miftach menilai Muktamar ke-35 menjadi contoh bahwa ukuran dan perhitungan yang sebelumnya dianggap sebagai batas tidak selalu menjadi sesuatu yang mutlak.

“Hal-hal yang cara ukuran itu sudah menurut hitung-hitungannya, ternyata hitungan-hitungan itu tidak sama dengan apa yang di luar hitungan. Pokoknya luar biasa kemarin itu,” tuturnya.

Adsense

Kiai Miftach juga mengaitkan keberhasilan Muktamar ke-35 dengan keberadaan para muassis atau pendiri pesantren di kawasan Jombang. Menurutnya, kesuksesan penyelenggaraan Muktamar di Tambakberas tidak semata-mata lahir dari ikhtiar manusia, tetapi juga tidak terlepas dari keberkahan dan doa para pendiri pesantren.

“Kalau ternyata berhasil sungguh kompak, karena di sini adalah Jombang, Tambakberas, Tebuireng, Denanyar, Peterongan. Ini saya anggap Tanah Haramnya Nahdlatul Ulama,” katanya.

Baca juga : UMKM Binaan BSI Bersiap Ekspor Sambal Ke Jepang

Dia mengatakan, berbagai hal yang semula dipandang tidak mungkin akhirnya dapat diwujudkan melalui kekompakan dan ikhtiar. Karena itu, dia berharap keberhasilan Muktamar ke-35 dapat dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi pesantren serta penyelenggaraan kegiatan NU lainnya.

“Sekaligus nambah hal-hal yang mungkin dianggap kurang baik di Muktamar Jombang yang kemarin, itu dihapus di Tambakberas ini. Lah ini agar bisa dipertahankan. Dipertahankan sebuah keluarbiasaan ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Miftach memandang keberhasilan Muktamar sebagai bentuk rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Namun, dia menegaskan, keberhasilan tersebut tetap hadir melalui proses ikhtiar yang dilakukan seluruh pihak.

“Termasuk juga kerja panitia yang telah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta Muktamar. Ini buah kerja bersama antara panitia, pesantren, warga NU, dan berbagai pihak yang terlibat," ujarnya.

Kiai Miftach berharap keberkahan dan kesuksesan Muktamar ke-35 dapat terus dipertahankan. Ia juga berharap Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dapat menjadi tolok ukur bagi pesantren lainnya.

Baca juga : Petugas DKI Cek Langsung Ekonomi Penerima Bansos

“Semoga berkah dan kesuksesan ini terus bisa kita pertahankan, dan Tambakberas akan menjadi tolok ukur untuk pesantren-pesantren yang lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, mekanisme pemilihan kepemimpinan baru PBNU menghadirkan kompetisi yang lebih sejuk, sekaligus menjaga kehormatan semua pihak.

Menurutnya, salah satu capaian penting Muktamar ke-35 adalah lahirnya proses pergantian kepemimpinan tanpa meninggalkan luka politik berkepanjangan. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense