BREAKING NEWS
 

Aktivis Apresiasi Wapres Gibran Lihat Langsung Dampak Karhutla ke Orangutan

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 14 September 2026 10:19 WIB
CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Jamartin Sihite. Dok. BOSF

RM.id  Rakyat Merdeka - Kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, dinilai penting untuk melihat langsung dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap satwa liar.

CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Jamartin Sihite mengatakan, dalam kunjungan tersebut, Wapres melihat langsung kondisi orangutan yang terpapar asap karhutla. Sejumlah satwa mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan perawatan menggunakan nebulizer.

"Kami berpikir, seeing is believing," kata Jamartin dikutip Senin (14/9/2026).

Menurut Jamartin, kunjungan langsung tersebut memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi lembaga konservasi ketika karhutla terjadi. Saat kualitas udara memburuk, BOSF harus meningkatkan intensitas perawatan terhadap orangutan yang berada di pusat rehabilitasi.

Beberapa orangutan mengalami gangguan pernapasan dan kondisi kesehatan lain yang membuat mereka lebih rentan terhadap perubahan cuaca maupun paparan asap. Penanganannya pun tidak mudah karena penggunaan nebulizer pada orangutan berbeda dengan manusia.

Baca juga : Lima Bayi Orangutan Ditemukan di India, Pemerintah RI Upayakan Repatriasi

Nebulizer tidak dapat digunakan dengan masker seperti pada manusia. Kondisi tersebut membuat proses perawatan membutuhkan lebih banyak obat dan penanganan khusus.

Selain perawatan medis, BOSF melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak asap terhadap orangutan yang berada di kandang. Di antaranya memasang pipa dan sprinkler untuk membantu menurunkan suhu sekaligus mengurangi partikel polusi di sekitar kandang.

Jamartin mengapresiasi perhatian Wapres terhadap persoalan satwa liar. Menurutnya, perhatian tersebut tidak hanya ditujukan kepada orangutan, tetapi juga terhadap satwa liar secara lebih luas.

"Beliau memberikan perhatian yang cukup besar terhadap satwa liar, tidak hanya orangutan," ujarnya.

Adsense

Dia menegaskan, orangutan bukan satu-satunya satwa yang terancam akibat karhutla. Kondisi orangutan di pusat rehabilitasi dapat menjadi gambaran persoalan yang juga dialami berbagai satwa liar di habitat alami mereka.

Baca juga : Kemenhut Serius Tindaklanjuti Penemuan 5 Bayi Orangutan di India

Karena itu, Jamartin berharap perhatian pemerintah dapat dilanjutkan melalui kebijakan yang lebih sistematis. Salah satunya dengan memperkuat sistem peringatan dini atau early warning system sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum karhutla memasuki tahap krisis.

Menurutnya, pengalaman karhutla yang terus berulang seharusnya menjadi dasar untuk membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih baik. Kondisi cuaca, lamanya periode tanpa hujan, serta tingkat kerawanan wilayah dapat dijadikan indikator untuk menentukan peningkatan status dan langkah pencegahan.

"Jadi kita bisa menentukan kapan harus meningkatkan status dan melakukan langkah-langkah pencegahan," jelasnya.

Selain sistem peringatan dini, Jamartin menilai dukungan anggaran kebencanaan perlu diperkuat. Sistem penanganan karhutla juga perlu dibuat lebih efektif dan terintegrasi agar dampaknya dapat ditekan sejak awal.

Di sisi lain, perlindungan habitat tidak boleh dipisahkan dari upaya penanganan karhutla. Menjaga kawasan hutan berarti sekaligus melindungi satwa yang hidup di dalamnya.

Baca juga : Wapres Gibran Temui Keluarga Petugas Gugur Saat Tangani Karhutla

"Kami berharap kita sama-sama menjaga areal-areal hutan yang masih bagus dan menjadi habitat satwa liar, bukan cuma orangutan," ucapnya.

Jamartin menegaskan kawasan hutan beserta satwa liar yang hidup di dalamnya merupakan aset yang harus dijaga bersama.

"Karena ini aset negara, ini aset bangsa," tegasnya.

Sebelumnya, Wapres mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng yang dikelola BOSF pada Kamis (10/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, Wapres melihat langsung proses rehabilitasi dan perawatan orangutan.

Wapres juga berdialog dengan dokter hewan, relawan, dan tim yang selama ini terlibat dalam upaya perlindungan satwa. Selain itu, Gibran menyerahkan sejumlah bantuan, antara lain obat-obatan, bawang bombay, dan alat nebulizer untuk mendukung kebutuhan pusat rehabilitasi tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense