RM.id Rakyat Merdeka - KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026), ternyata telah berusia 39 tahun. Kapal yang dibangun di Jepang pada 1987 itu, membawa 243 orang dalam pelayaran menuju Banjarmasin dari Surabaya.
Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, kapal ro-ro penumpang tersebut membawa 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet. Kapal juga mengangkut 89 kendaraan.
Dari total 243 orang di kapal tersebut, 114 orang telah dievakuasi. Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Baca juga : Kasus Suap Proyek Bengkulu, KPK Geledah Rumah Vendor
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
“Sebanyak 114 penumpang berhasil dievakuasi, enam orang meninggal dan 129 masih dalam pencarian,” ujar Dudy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Pada hari kedua operasi pencarian, sebanyak 86 korban yang dievakuasi telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Baca juga : Titi Anggraini: Secara Teknologi Dan Konstitusi Sudah Siap
Dudy mengatakan, Pemerintah bersama tim SAR akan memaksimalkan pencarian di lokasi kecelakaan. Pemerintah juga akan menindaklanjuti kejadian tersebut melalui investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan permohonan maaf,” katanya.
Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii mengatakan, sebanyak 622 personel SAR gabungan dikerahkan dalam operasi pencarian hari kedua. Tim tersebut didukung lima armada udara dan 17 armada laut, antara lain kapal Basarnas, KRI TNI AL, serta kapal milik PSDKP, KKP, Polri dan Kementerian Perhubungan.
Baca juga : Ahmad Irawan: Tantangannya Kepercayaan Peserta Pemilu Dan Pemilih
Salah satu kapal TNI AL memiliki kemampuan operasi underwater dan dapat digunakan untuk penyelaman apabila kondisi cuaca di lokasi memungkinkan. Basarnas juga mengubah pola pencarian dari sebelumnya delapan menjadi enam sektor.
Untuk mendukung pencarian di bawah permukaan air, Basarnas menerjunkan Basarnas Special Group, sedangkan TNI AL mengerahkan personel Kopaska, tim penyelam, dan drone laut. “Mudah-mudahan ini bisa membantu proses evakuasi underwater dengan optimal,” ujar Syafii.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.