RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan adanya ancaman fisik dan non-fisik terhadap kedaulatan negara. Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan amanat pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI, di Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10/2026).
“Ekonomi kita diganggu,” kata Presiden.
Sebelum ke lokasi upacara, Presiden Prabowo terlebih dahulu meninjau persiapan dari udara menggunakan helikopter, dikawal dua helikopter lain memutari kawasan Mabes TNI sekitar 15 menit. Setelah mendarat, Prabowo lalu menuju lapangan upacara dengan menggunakan mobil Maung Garuda.
Di lokasi, sejumlah pejabat dan tokoh penting sudah hadir. Di antaranya Wapres Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, istri Presiden ke-4 RI Sinta Nuriyah Wahid, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Di awal upacara, Prabowo memimpin prosesi pelantikan dan pengukuhan satuan baru. Prabowo juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Maha Putra kepada tujuh tokoh TNI yang dinilai berjasa dalam mendukung pembangunan TNI. Mereka adalah Menko Polkam periode 2025-2026 Jenderal (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, serta Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Muhammad Tony Harjono.
Dalam amanatnya, Prabowo berbicara mengenai geopolitik dunia yang semakin bergejolak. Prabowo menyatakan, ancaman terhadap Indonesia tidak selalu hadir dalam bentuk serangan bersenjata. Gangguan terhadap kedaulatan negara juga dapat muncul melalui serangan siber hingga sektor perekonomian.
Baca juga : Lapas Mewah Dibangun 2023, Pakai Dana Napi
Prabowo mencontohkan ancaman ekonomi dapat berupa pencurian kekayaan Indonesia maupun penyelundupan. "Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri. Penyelundupan ke dalam, narkotika, adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita," jelasnya.
Karena itu, kata Prabowo, TNI harus terus meng-upgrade kemampuan untuk menghadapi pola ancaman yang terus berubah itu. "TNI harus terus menyesuaikan diri, belajar, belajar, belajar, dan berlatih, berlatih, berlatih," seru Kepala Negara.
Prabowo juga menekankan pentingnya TNI menjadi kekuatan yang modern. Prajurit TNI harus menguasai teknologi dan mengutamakan prestasi. "Sekali lagi, saya tekankan. TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi," ucapnya.
Selanjutnya, Prabowo menyoroti pentingnya sistem pembinaan karier di lingkungan TNI. Ia meminta senioritas tidak menjadi ukuran utama.
Menurutnya, hubungan senior dan junior tetap penting sebagai sarana transfer ilmu dan bimbingan. Namun, tradisi ini tidak boleh disalahgunakan untuk melakukan kekerasan fisik. “Apalagi, sistem-sistem yang sempit, loyalitas sempit, loyalitas per angkatan," ucap mantan Menteri Pertahanan itu.
Tak lupa, Prabowo kembali mengingatkan TNI agar tidak pernah menjauh dari rakyat. Prajurit TNI selalu berada di tengah masyarakat. Prajurit harus mampu memahami kesulitan yang dihadapi rakyat.
Baca juga : Akan Bacakan Putusan Gugatan Ijazah Gibran, MK Jadi Pusat Perhatian
"TNI adalah tentara pejuang. TNI lahir dari rakyat. TNI berjuang bersama rakyat," terang Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Ia lantas menyampaikan penghormatan kepada seluruh prajurit TNI atas pengabdian kepada bangsa dan negara. "Terus menjadi tentara rakyat. Tentara yang kuat adalah tentara yang dekat dengan rakyat," imbuh ia.
Di kesempatan sama, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, TNI akan memperkuat pertahanan di seluruh wilayah Indonesia. "Pertahanan rakyat semesta. Kita mempertahankan pulau-pulau kita. Ada 17.000 pulau yang harus kita amankan," ujar Panglima TNI.
Ia menegaskan, keutuhan wilayah dan kedaulatan harus dipertahankan. “Jadi pasukan yang ada nanti akan kita sebar sampai dengan ke pulau-pulau terkecil," janjinya.
Agus mengingatkan, banyaknya pulau di Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kedaulatan. Karenanya, TNI perlu mempersiapkan personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mendukung pengamanan wilayah.
"Jangan sampai pulau-pulau yang banyak tidak dihuni oleh kita, nanti diambil oleh negara lain dan kedaulatan kita terganggu," tegasnya.
Baca juga : Rotasi 19 Kapolda, Geser 8 Komjen: Kapolri Gaspol
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bambang Soesatyo mendorong agar kekuatan TNI diwujudkan menjadi kemampuan nyata menjaga kedaulatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“TNI harus kuat menghadapi ancaman, tetapi pada saat yang sama tetap humanis dan dekat dengan rakyat yang dilindunginya,” ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, usai menghadiri HUT TNI.
Bamsoet melanjutkan, keberadaan TNI di tengah masyarakat, baik melalui kegiatan teritorial, bantuan kemanusiaan, penanganan bencana, pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, maupun kegiatan sosial, harus dipandang sebagai bagian dari penguatan pertahanan nasional.
Ia juga mengingatkan, kedekatan TNI dengan rakyat harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas tempur. Indonesia memiliki posisi geografis yang sangat strategis di kawasan Indo-Pasifik dengan wilayah laut yang luas dan berbatasan dengan banyak negara. Ancaman terhadap Indonesia semakin multidimensional.
Menurut Bamsoet, perang masa depan bisa saja dimulai tanpa satu pun peluru ditembakkan. Infrastruktur digital dapat diserang, informasi publik dapat dimanipulasi, sistem pemerintahan dapat diganggu dan teknologi kecerdasan buatan dapat digunakan untuk menciptakan kekacauan.
“Karena itu, TNI harus memiliki kemampuan membaca ancaman sejak dini. Modernisasi pertahanan harus mencakup siber, satelit, drone, kecerdasan buatan, sistem komando dan pengendalian, intelijen serta perang elektronik,” jelas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.