BREAKING NEWS
 

BGN Uji Coba Makan Bergizi Gratis Sistem Prasmanan di Blora, Adopsi Model Jepang

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Selasa, 6 Oktober 2026 12:34 WIB
Badan Gizi Nasional uji coba Makan Bergizi Gratis sistem prasmanan di Blora. Adopsi model Jepang untuk kurangi sisa makanan dan edukasi siswa.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) menguji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pola ini dikembangkan setelah BGN melakukan studi tiru terhadap sistem penyajian makanan sekolah di Jepang, yakni Kyushoku.

Uji coba tersebut salah satunya dilaksanakan di SDN 5 Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melalui SPPG Ngawen 1.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, mengatakan pelaksanaan uji proyek rintisan atau pilot project ini berlandaskan nota dinas resmi dari Deputi Sistem Tata dan Kelola BGN tertanggal 30 September 2026.

Baca juga : Cara Ikut Uji Coba LRT Kelapa Gading-Manggarai Gratis dan Syarat Pendaftarannya 

Sebanyak 42 SPPG di seluruh Indonesia ditunjuk untuk menguji coba sistem ini. "Hari ini kami melakukan pilot project MBG prasmanan itu sesuai dengan nota dinas dari Deputi Sistem Tata dan Kelola, berdasarkan nota dinas Nomor 43 per tanggal 30 September 2026," kata Artika di SDN 5 Ngawen, Senin (5/10/2026).

Melalui sistem prasmanan, siswa dapat mengambil sendiri makanan yang disediakan sesuai dengan porsi dan kebutuhan masing-masing.

Adsense

Pola ini dinilai efektif untuk menekan sisa makanan agar tidak terbuang percuma.

"Kalau kita lihat anak-anak lebih antusias, lebih senang ketika mereka dapat mengambil makanannya sendiri karena bisa disesuaikan sama keinginan. Jadi ngambilnya sesuai, enggak dibuang-buang atau mubazir," ujar Artika.

Baca juga : Makan Tak Gratis

Uji coba di SDN 5 Ngawen ini akan berlangsung selama dua pekan. Hasil pemantauan di lapangan nantinya akan dievaluasi secara berkala oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menentukan kebijakan lanjutan.

Selain itu, sistem ini memastikan makanan dapat langsung disajikan dan dikonsumsi oleh para siswa dalam kondisi hangat.

Mitra SPPG Ngawen 1, Febrian Candra, menambahkan bahwa penerapan sistem prasmanan ini juga memuat unsur edukasi karakter bagi para peserta didik.

"Di dalamnya ada integrasi edukasi gizi dan karakter, keterlibatan aktif peserta didik, pengendalian sisa makanan atau zero food waste, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pembentukan budaya makan positif," jelas Febrian.

Baca juga : Minta Tata Kelola Diperbaiki, PBNU Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Sejumlah siswa menyambut antusias penerapan sistem baru ini. Remo Bimo Giwantoro, siswa kelas 5 SDN 5 Ngawen, mengaku senang karena bisa leluasa memilih dan mengambil porsi makanannya sendiri.

"Iya senang bisa ambil sendiri, bisa ambil banyak," ungkap Remo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense