RM.id Rakyat Merdeka - Dialog dua arah dinilai menjadi kunci keberhasilan komunikasi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menghasilkan kebijakan yang dapat diterima berbagai pihak.
Meski kepuasan publik terhadap pemerintah dinilai tetap tinggi, sebagian masyarakat masih menghadapi tekanan ekonomi yang perlu direspons melalui kebijakan lebih tepat sasaran.
Temuan tersebut disampaikan lembaga riset independen Evident Institute dalam kajian dua tahun komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dirilis di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Namun, ia mencatat, sebagian warga yang mengalami tekanan ekonomi masih menyampaikan keluhan melalui media sosial. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari kebebasan berpendapat dalam negara demokrasi.
Baca juga : DEN: Ekspor Hilirisasi Naik 45 Persen Dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Evident Institute menyoroti dua contoh kebijakan yang dinilai menunjukkan efektivitas dialog, yakni Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan yang melibatkan pemerintah, DPR, serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha, serta Peraturan Presiden tentang pelindungan pengemudi ojek online (ojol) yang meningkatkan porsi pendapatan pengemudi.
Kedua kebijakan tersebut dinilai menunjukkan bahwa komunikasi dua arah dengan pihak-pihak terkait dapat menghasilkan keputusan yang mengakomodasi berbagai kepentingan.
Di sisi lain, Evident Institute mencatat sebagian pelaku usaha, mulai dari sektor manufaktur hingga perusahaan rintisan (startup), masih menahan perekrutan karyawan baru.
Kondisi ini terjadi di tengah fluktuasi nilai tukar dan akses pendanaan yang belum semudah sebelumnya.
Sejumlah kredit perbankan yang telah disetujui juga belum sepenuhnya disalurkan, menandakan sektor riil masih membutuhkan waktu untuk pulih.
Baca juga : BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Pembiayaan dan Pemberdayaan Jutaan UMKM
Sementara itu, sebagian rumah tangga semakin mengandalkan pinjaman online (pinjol) dan pembiayaan gadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan mendesak.
“Kelompok ini perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah, meski jumlah mereka tidak mewakili kondisi masyarakat secara keseluruhan. Perlu dipikirkan mekanisme jaring pengaman sosial yang mampu menjangkau kelompok ini,” tutur Antonius.
Evident Institute menyarankan pemerintah menjadikan keluhan masyarakat sebagai masukan untuk memperbaiki kebijakan, bukan sekadar sentimen yang berlalu di media sosial.
Untuk merespons persoalan tersebut, Evident Institute mendorong pemerintah memperluas pendekatan dialog ke sektor ekonomi lainnya, terutama dengan kalangan pengusaha yang masih menghadapi ketidakpastian usaha.
“Penambahan insentif usaha, disertai dialog rutin dengan pengusaha soal kekhawatiran mereka, dinilai bisa mendorong dunia usaha untuk kembali berani merekrut tenaga kerja dan melakukan ekspansi,” tutur Antonius.
Baca juga : Survei Arawicaksa: Swasembada Pangan Unggul, Publik Apresiasi Program Prabowo
Selain itu, Evident Institute mengusulkan subsidi pembelian barang manufaktur dalam negeri untuk membantu menjaga daya beli kelas menengah.
Program besar seperti MBG juga dinilai perlu dievaluasi secara berkala, termasuk dari sisi keberlanjutan pembiayaan, agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dalam keterangannya, Evident Institute menjelaskan kajian tersebut menganalisis 1.832 artikel dari 11 media daring nasional yang terverifikasi Dewan Pers selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni periode September 2024 hingga September 2026.
Penelitian menggunakan data sekunder yang dipublikasikan secara terbuka. Seluruh pemberitaan kemudian ditriangulasi dengan data resmi, survei publik, dan pembanding internasional.
Berdasarkan kajian tersebut, Evident Institute menilai pendekatan dialog yang telah diterapkan dalam sejumlah kebijakan dapat diperluas untuk memperkuat komunikasi pemerintah, sekaligus merespons persoalan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.