Dark/Light Mode

Pengamat: Polri Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

Minggu, 9 Agustus 2026 15:37 WIB
Foto: Divhumas Polri.
Foto: Divhumas Polri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengukuhan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Anggota Kehormatan Tapak Suci Muhammadiyah dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat sipil.

Analis politik dan hukum sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai, langkah tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hubungan tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Boni Hargens menilai, pernyataan Kapolri bukan sekadar retorika atau formalitas seremonial. Menurutnya, pernyataan tersebut mencerminkan komitmen terhadap dua hal fundamental yang penting bagi stabilitas Indonesia saat ini.

“Pertama adalah komitmen menjaga kesatuan Polri dengan masyarakat sipil dalam konteks society-policing yang berorientasi pada terciptanya keamanan dan ketertiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan sebagai objek pengamanan, melainkan sebagai mitra aktif Polri,” ujar Boni, Minggu (9/8/2026).

Baca juga : Polri Pastikan Agustus Aman, Rakyat Diminta Tidak Resah

Akademisi ilmu politik dan ilmu hukum yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA itu mengatakan, komitmen kedua Kapolri adalah mengutamakan keutuhan nasional di tengah situasi ekonomi dan politik global yang tidak menentu.

Menurut Boni, stabilitas internal menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemajuan Indonesia sekaligus mendukung keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Transendensi dari gagasan Kapolri adalah bagaimana menyatukan masyarakat sipil dan Polri sebagai upaya menjamin stabilitas nasional dalam segala gatra, terutama gatra keamanan. Itu sesuatu yang fundamental dan paling dibutuhkan pemerintah saat ini,” jelasnya.

Boni menjelaskan, di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia, pendekatan society-policing yang digaungkan Kapolri menjadi relevan sebagai strategi menjaga kohesi sosial.

Menurutnya, ketika kepercayaan antara aparat penegak hukum dan masyarakat sipil terjaga dengan baik, fondasi stabilitas nasional akan semakin kuat.

Baca juga : Tim Gabungan Sukses Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Perairan Bintan

Dia juga menggarisbawahi gagasan yang diusung Kapolri memiliki dimensi yang melampaui simbolisme seremonial.

“Penyatuan masyarakat sipil dan Polri dalam satu visi keamanan bersama merupakan langkah strategis yang sangat dibutuhkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam menghadapi dinamika situasi yang kompleks, baik di tingkat nasional maupun global,” ujar doktor filsafat lulusan terbaik Universitas Walden, Amerika Serikat, tersebut.

Pengukuhan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan Tapak Suci Muhammadiyah dinilai menjadi penanda penting bahwa pendekatan keamanan berbasis komunitas (community-based policing) semakin mendapat tempat dalam strategi institusional Polri di era kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sekadar latar, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi dikukuhkan sebagai Anggota Kehormatan Tapak Suci Muhammadiyah pada 8 Agustus 2026.

Pengukuhan tersebut menjadi simbol penguatan hubungan institusional antara Polri dan salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, sekaligus komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca juga : Pakar Dorong Polri Tindak Tegas Penyebar Konten Manipulatif dan Provokatif

Dalam sambutannya, Sigit menegaskan, Polri dan Muhammadiyah memiliki visi serta semangat yang sejalan dalam melindungi masyarakat Indonesia dari berbagai ancaman.

“Kita memiliki semangat dan tekad yang sama untuk menjaga masyarakat kita dari ancaman. Dalam situasi apa pun, Indonesia tetap bisa bertahan dan tetap bisa bertumbuh,” kata Sigit dalam upacara pengukuhan, Sabtu (8/8/2026).

Kapolri juga menekankan pentingnya silaturahmi yang berkelanjutan dan kolaborasi produktif antara Polri, Muhammadiyah, dan Tapak Suci.

Dia berharap, kerja sama tersebut terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.