BREAKING NEWS
 

Buntut Penyadapan Presiden

Istana Waspada Dan Bersih-bersih

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 7 November 2026 08:00 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kiri), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kedua kanan), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (kanan), Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (kedua kiri) memberikan keterangan kepada wartawan, usai melakukan pertemuan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Istana Kepresidenan meningkatkan kewaspadaan menyusul kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara. Istana juga akan melakukan bersih-bersih internal untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Kalau kewaspadaan kan terus-menerus, ya. Bersih-bersih terus,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Pras menegaskan, pemerintah menginginkan kasus dugaan penyadapan tersebut diusut secara transparan. Dia meminta, tim khusus Polri bekerja secara objektif dan tidak menutupi fakta apa pun dalam proses penyelidikan.

Baca juga : Tersangka Penyadapan Kooperatif, Terbuka

“Diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra mengatakan, tindakan penyadapan yang dilakukan oleh LSP dkk. merupakan perbuatan ilegal yang mengarah pada makar.

Adsense

“Itu tindakan ilegal, dan mengarah ke tindakan makar,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Baca juga : Pramono Bantah Jakarta Siaga 1

Namun, Herindra enggan mengungkap lebih jauh mengenai pihak yang diduga menjadi dalang penyadapan. Dia juga tidak menjawab pertanyaan mengenai siapa yang memerintahkan LSP dan pihak lainnya melakukan tindakan tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan keutuhan bangsa. Dia mengingatkan, ambisi kekuasaan tidak menjadi alasan untuk membiarkan politik yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Mari semua elemen bangsa mendukung Presiden dan jajaran kepolisian dalam menindak tegas dan menjaga ketertiban masyarakat,” seru Syahganda.

Baca juga : Partainya Kalah Di Pemilu Sela, Trump Sewot

Syahganda mengatakan, setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan Presiden harus diusut secara objektif dan transparan. Penegakan hukum, menurut dia, harus menjadi landasan utama dalam menyelesaikan perkara tersebut.

“Saya mengajak seluruh elemen bangsa dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, dan keutuhan bangsa,” pungkasnya. UMM

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense