Dark/Light Mode

Ada Penebalan Prajurit

Pramono Bantah Jakarta Siaga 1

Sabtu, 7 November 2026 07:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - TNI melakukan penebalan pasukan di Jakarta. Namun, Jakarta tidak dikategorikan sedang Siaga 1. Jakarta dalam kondisi normal-normal saja.

“Kalau ada Siaga 1, pasti saya dikoordinasikan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Dia juga memastikan aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat Jakarta masih normal.

“Wong kita juga rapat baik-baik saja,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan, pengerahan pasukan ke Jakarta merupakan bagian dari mekanisme kesiapsiagaan internal TNI.

“Di dalam internal TNI, kita menggunakan istilah siaga. Siaga ini digunakan dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI dari berbagai ancaman,” kata Agus, Jumat (6/11/2026).

Agus menjelaskan, ada dua jenis ancaman yang menjadi perhatian TNI, yakni ancaman alam dan ancaman buatan manusia. Ancaman alam mencakup bencana seperti banjir, kebakaran hutan, dan tsunami. Sementara ancaman buatan manusia meliputi konflik sosial, terorisme, fanatisme, hingga makar.

Baca juga : Partainya Kalah Di Pemilu Sela, Trump Sewot

Untuk mengantisipasi berbagai potensi tersebut, TNI memiliki tiga tingkatan status kesiapsiagaan. Yakni Siaga 3, Siaga 2, dan Siaga 1. Agus merinci kriteria ketiga siaga itu.

Siaga 3: situasi dinilai aman. Personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tetap berada di satuan masing-masing untuk menjalankan kegiatan rutin dan latihan. Namun, prajurit tidak diperbolehkan meninggalkan satuan.

Siaga 2 diberlakukan ketika situasi mulai membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi. Pada tahap ini, setengah hingga tiga perempat kekuatan personel dan alutsista ditempatkan di pos masing-masing. Prajurit juga tidak diperbolehkan keluar dari kesatrian.

Adapun Siaga 1 diterapkan ketika eskalasi situasi meningkat. Personel dan alutsista disiapkan serta ditempatkan di pos masing-masing untuk menghadapi kemungkinan ancaman.

Meski memaparkan ketiga tingkatan tersebut, Agus tidak merinci status siaga yang diterapkan dalam pengerahan pasukan ke Jakarta. “Siaga itu tidak ada waktunya. Jadi lihat situasi sudah kondusif, baru dari Siaga 1, kita kendorkan Siaga 2 dan Siaga 3,” terangnya.

Agus juga menegaskan, TNI terus memberlakukan Siaga 1 untuk mengantisipasi potensi bencana alam selama musim penghujan. Kesiapan personel dan alutsista dilakukan agar dapat segera dikerahkan ke wilayah yang membutuhkan penanganan darurat.

“Kalau untuk siaga bencana, itu saya berlakukan Siaga 1 terus karena ini sudah mulai musim penghujan. Pasti di beberapa wilayah ada yang banjir, kita personel dengan alutsista sudah siap digerakkan,” tandasnya.

Baca juga : Kejagung Geledah 6 Lokasi, Sita Uang Rp 11,79 Miliar

Diberitakan sebelumnya, pengamanan Ibu Kota dilipatgandakan pascamencuatnya kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 20.980 personel TNI Angkatan Laut (AL) disiapkan untuk memperkuat pengamanan Jakarta.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan menjelaskan, pengerahan pasukan dilakukan dalam empat tahap. Personel berasal dari satuan TNI AL di Jakarta maupun sejumlah daerah.

Pengerahan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melalui surat telegram. Seluruh personel akan berada di bawah kendali operasi (BKO) Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya).

“Pengerahan pasukan ini merupakan rencana penebalan pengamanan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta,” ungkap Yayan, lulusan Akademi Angkatan Laut 1993, di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

TNI AL memulai tahap pertama pada Senin (2/11/2026) dengan mengerahkan 2.100 personel dari satuan yang sudah berada di Jakarta. Pasukan tersebut berasal dari Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil.

Selanjutnya, pada Rabu (4/11/2026), TNI AL mengerahkan 5.740 personel dari luar Jakarta melalui tahap kedua dan ketiga. Mobilisasi pasukan dilakukan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan jalur darat.

Yayan mengatakan, personel tersebut berasal dari Koarmada II, Pasmar 2, Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal), Kodiklatal, Akademi Angkatan Laut (AAL), serta pangkalan TNI AL di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Menurut Informasinya Belum Diberi Nomor

Pada tahap keempat, TNI AL menyiapkan 13.140 personel dari Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) dan satuan di wilayah Jakarta. Mereka ditempatkan dalam status siaga penuh di markas masing-masing untuk mendukung pengerahan apabila diperlukan.

“Total personel yang dikerahkan dari seluruh tahapan mencapai 20.980 personel,” ungkap mantan Panglima Komando Armada II tersebut.

Pengamat militer dan intelijen Stanislaus Riyanta mempertanyakan alasan pengerahan pasukan dalam jumlah besar tersebut. “Sebenarnya apa ancaman yang sedang terjadi di Jakarta?” ujarnya saat dihubungi Rakyat Merdeka.

Menurut Stanislaus, pengerahan puluhan ribu pasukan baru masuk akal jika terdapat ancaman signifikan. Misalnya, aksi terorisme secara masif atau keberadaan aktor ancaman yang menggunakan senjata sehingga membahayakan masyarakat.

Saat ditanya apakah kesiapsiagaan tersebut berkaitan dengan penetapan tiga tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, Stanislaus menilai persoalan itu semestinya diselesaikan melalui jalur hukum dan komunikasi di tingkat elite.

“Bukan jalur lapangan dengan pengerahan massa yang membuat publik bertanya-tanya dan khawatir,” tuturnya. [UMM/MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.