BREAKING NEWS
 

2 Hari Corona Di Ibu Kota Tembus 1.000 Orang

Tenang, RS Rujukan Masih Bisa Nampung

Reporter : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Editor : MUHAMAD FIKY
Selasa, 1 September 2020 07:08 WIB
Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus positif corona di Jakarta terus meningkat. Dikabarkan, kapasitas rumah sakit rujukan nyaris penuh. Benarkah demikian? Kemarin, Rakyat Merdeka mendatangi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) yang terletak di Jalan Kyai Maja Nomor 43, RT 4/RW 8, Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Sore hari, tak banyak orang lalu lalang di RSPP. Parkiran pun, meski tampak padat, tapi tak penuh. Ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) di sana masih melayani sejumlah pasien. Beberapa orang tampak duduk, menunggui sanak saudaranya. 

Petugas kesehatan yang menggunakan APD lengkap membantu sejumlah orang yang terbaring di kasur. 

Seorang petugas kesehatan membenarkan, sehari sebelumnya, rumah sakit ini sempat kedatangan banyak pasien Covid-19. Tapi dia bilang, kapasitas rumah sakit masih memadai.

Begitupun dengan rumah sakit ekstensi khusus Covid-19 yang dibangun RSPP di Simprug, belakang Universitas Pertamina. Menurut petugas keamanan, masih banyak tempat tidur yang kosong. Tapi untuk menempatinya, pasien harus lebih dulu datang ke RSPP. 

“Banyak yang kosong, apalagi VIP. Yang penting ke RSPP dulu, nanti mereka yang putuskan akan dirawat di sini atau gimana,” ujarnya. 

Baca juga : Terapkan Lagi WFH Sampai Akhir Tahun

Kondisi yang sama juga terjadi di RSUP Persahabatan. Hingga kemarin, rumah sakit yang terletak di daerah Rawamangun, Jakarta Timur ini, secara sarana dan prasarana serta tempat tidur masih memadai. 

“Hanya kami butuhkan tenaga-tenaga khusus terampil untuk ICU,” ujar Direktur Pelayanan MKP Arsen Arlan RSUP Persahabatan, kemarin. 

Saat ini, kata Arsen, 69 persen pasien yang dirawat di sana adalah penderita Covid-19. Sedangkan sisanya adalah pasien dengan penyakit non-corona atau pasien penyakit lain. 

Sementara Juru Bicara RSUP Persahabatan, Erlina Burhan menyebut, ruang ICU rumah sakit tersebut saat ini penuh. Ada 16 tempat tidur di ICU central. Sementara di IGD, ada empat. 

Adsense

“Tempat tidur selain ICU masih kosong. Kita memang punya sekitar 260 tempat tidur. Tapi itu kan terbagi untuk dewasa, anak, ibu hamil,” ujarnya. 

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkap tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta sudah di atas 60 persen. 

Baca juga : Kasus Corona Di India Tembus 1 Juta

Wiku merinci, BOR di ruang isolasi RS rujukan Covid-19 mencapai 69 persen, pada saat yang sama BOR di ruang ICU RS rujukan mencapai 77 persen. 

“Kondisi ini tidak ideal dan pemerintah sedang mendorong penurunan angka BOR untuk bisa di bawah 60 persen,” ujar Wiku dalam konferensi pers di BNPB, kemarin. 

Berdasarkan data rumah sakit di laman Dinas Kesehatan Jakarta yang diakses Senin (31/8) pukul 17:51 WIB, ketersediaan tempat tidur di ruang ICU hanya tersisa 4 buah. Yakni 2 bed di RSUD Tebet, 1 di RSUD Budi Asih, dan 1 di RSUD Cengkareng. 

Sementara ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi sebanyak 137 yang tersebar di 18 rumah sakit di ibu kota. Berdasarkan penjelasan Wiku, saat ini ada 54 laboratorium di DKI Jakarta sebagai pendukung pemeriksaan, 67 RS rujukan dan 170 RS yang menangani Covid-19 di DKI. 

Wiku mengatakan, pemerintah sedang berupaya untuk menurunkan angka BOR di bawah 60 persen untuk meringankan beban tenaga kesehatan. Salah satu caranya adalah mengoptimalkan RS Darurat Wisma Atlet untuk merawat pasien kriteria ringan-sedang. 

“Pemerintah mendorong keterpakaian bed berkurang hingga 60 persen untuk meringankan beban nakes,” tandasnya. 

Baca juga : WIKA Salurkan Bantuan 5.000 Tube Vitamin Untuk Tenaga Medis Di Jaktim

Kenaikan secara signifikan tingkat keterisian RS di DKI Jakarta mulai terjadi dalam beberapa pekan belakangan. Apalagi saat ini seluruh wilayah di ibu kota, kecuali Kabupaten Kepulauan Seribu, masuk dalam zona merah atau memiliki risiko penularan Covid19 yang tinggi. 

Penambahan kasus positif Covid-19 harian di DKI Jakarta memang menunjukkan angka yang fantastis, tembus 1.000 orang dalam dua hari terakhir. 

Kemarin, kasus baru bertambah 1.049 orang, sementara Minggu (30/8) kasus baru tercatat 1.114 orang. 

Terpisah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan, untuk mengantisipasi kapasitas tempat tidur Rumah Sakit rujukan Covid-19 penuh, perlu ada pemetaan rumah sakit dari masingmasing daerah. Pemetaan mencakup berapa persen perkiraan pasien yang harus dirawat di rumah sakit. [OKT]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense