Sebelumnya
“Dalam masa pandemi seperti ini, kita juga tetap bermusyawarah, berdiskusi melalui media sosial, seperti itu ya anak anak,” tambahnya.
Namun sayangnya yang ditampilkan logo PDiP bukan kepala banteng kurus. Unggahan ini langsung viral di Twitter. Warganet banyak mengaitkannya dengan pilkada Surabaya. Apalagi Surabaya di kenal sebagai salah satu basis PDIP.
Baca juga : Firli Terpapar Virus Tersangka
@chandra_ds sendiri sudah menghapus cuitannya. Namun, video itu sudah diunggah ulang di Twitter. Salah satunya diunggah akun @_KingPurwa. PDIP tidak nyaman dengan kejadian ini.
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira meminta pihak terkait untuk menyelidiki kasus kesalahan penempatan logo PDiP menjadi lambang sila ke-4 Pancasila. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. “Diselidiki saja, agar diketahui, siapa yang melakukan itu, apakah disengaja, atau tidak disengaja, atau kesalahan teknis,” kata Andreas.
Baca juga : Digenjot Latihan 3 Kali Sehari, Witan Sulaiman Nggak Masalah
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya, Supomo membenarkan soal kesalahan lambang sila ke4 itu. Menurut dia, peristiwa itu terjadi pada program ‘Belajar dari Rumah Bersama Guruku’ yang merupakan kerja sama antara Pemkot Surabaya dengan SBO TV yang itu disiarkan secara langsung. Supomo menyatakan, pihaknya masih melakukan klarifikasi terhadap guru yang mengajar program tersebut.
Berdasarkan klarifikasi awal, guru tersebut tidak sengaja menampilkan logo PDiP saat menjelaskan sila ke4 Pancasila. Perwakilan SBO TV, Wawan Andrian to mengatakan, biasanya ada quality control (QC) terkait editing video dan teknis di studio. Tetapi untuk materi yang disampaikan merupakan hak penyaji maupun Dispendik Surabaya.
Baca juga : Satpam Mesti Jadi Teladan Taat Protokol Kesehatan
Sementara guru SDN Tembok Dukuh IV, Afita Nurul Aini, yang memberi materi saat itu, diaku Wawan memang sebagai guru pengganti. Sebab, guru sebelumnya izin sakit dan digantikan oleh Afita. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.