BREAKING NEWS
 

Cegah Penularan, Satgas Covid-19 Keker Penyelenggaraan Pilkada

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 25 November 2020 21:08 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Satgas Penanganan Covid-19 telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Polri dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020. Termasuk, pemerintah daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan, pihaknya selalu memantau perkembangan zonasi dari 319 kabupaten/kota yang akan melakukan kegiatan pilkada, sebagai dasar pelaksaanaan kegiatan.

"Upaya pencegahan lain yang dilakukan adalah merancang peraturan tahapan pemilihan serentak. Agar tidak memperbesar peluang penularan Covid-19," jelasnya saat menjawab pertanyaan media di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (24/11) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga : Kapolri Perintahkan Kasatwil Tindak Tegas Pelanggar Prokes

Sampai saat ini, berbagai pelaporan pelanggaran maupun hasil evaluasi simulasi pilkada menjadi bahan perbaikan kedepannya.

Adsense

Salah satu bukti respon pemerintah dan adaptif terhadap perkembangan yang ada, adalah perubahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 6 menjadi PKPU No. 13. Selain itu, Satgas Covid-19 juga terus memfasilitasi penyediaan alat testing untuk keperluan screening.

Satgas Penanganan Covid-19 pusat dan daerah juga zelalu berkoordinasi, etika terjadi kerumunan seperti demonstrasi terkait UU Cipta Kerja.

Baca juga : Ini 6 Langkah Kurangi Risiko Penularan Covid-19 Di Kegiatan Keagamaan

Satgas daerah juga secara aktif melakukan tes screening , baik kepada pendemo yang diamankan, serta petugas pengamanan. "Tidak berhenti pada upaya screening, bagi demonstran yang reaktif, dilanjutkan dengan testing untuk diagnostik dan isolasi atau perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara daerah setempat," lanjut Wiku.

Berdasarkan pelaporan dalam rapat koordinasi mingguan, Dinas Kesehatan yang daerahnya terjadi kerumunan sedang melakukan penjaringan, baik testing (pemeriksaan) maupun tracing (pelacakan) dan masih terus berlanjut.

"Kami akan selalu menginfokan update follow up dari perkembangan potensial lonjakan kasus," tutup Wiku. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense