BREAKING NEWS
 

Masih Ada Kampanye Negara Pancasila Haram

Mahfud MD: Indonesia Negara Islami, Bukan Negara Islam

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 26 November 2020 17:59 WIB
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) saat launching dan bedah buku Islam dan Kebangsaan, Tauhid, Kemanusiaan, dan Kewarganeraan, karya Prof Quraish Shihab, Kamis (26/11).

 Sebelumnya 
Negara Pancasila Sudah Tepat

Cendekiawan Muslim Prof. Quraish Shihab juga menilai, tak ada kewajiban membentuk secara formal negara Islam. Sebab, lebih bagus nilai-nilai Islam masuk secara damai dalam aturan dan konstitusi.

Baca juga : Bamsoet Ajak Wanita FKPPI Terapkan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Semua Aspek Kehidupan

"Yang bagus itu nilai-nilai tertanam dalam jiwa masyarakat, tetapi harus tetap berproses. Agama perlu menimbang kebudayaaan, atau urf. Maka kita membangun berdasarkan nilai Islam, tetapi tidak sekaligus. Tidak bisa langsung potong tangan, mencambuk orang zina, tidak bisa serta merta," katanya.

Diingatkannya, Nabi Muhammad selama 13 tahun, tidak menerapkan hukum islam di Makkah. Aturan hukum justru turun di Madinah. "Prosesnya harus damai dan tidak bisa serta merta," ungkap penulis buku yang juga Pendiri Pusat Studi Quran (PSQ) ini.

Baca juga : Syarief Hasan: Nilai Pancasila Harus Mendarah Daging 

Cendekiawan Muslim Yudi Latief menilai, konsep negara Pancasila ini sangat bagus. Nilai Islam tercermin dalam seluruh sila dan ideologinya.

"Nilai-nilai Islam apalagi yang nggak ada? Ada konsep adil, syura, dan lainnya. Bahkan Pancasila lebih bagus konsepnya ketimbang yang digagas para islamist. Bentuk saat ini sudah realistis untuk Indonesia. Sejak awal berdirinya republik, pendiri bangsa memang ingin berbentuk negara bangsa, tapi bukan chauvinisme, bukan xenophobi. Tetap harus menjaga persaudaraan dunia. Pikiran para pendiri bangsa, ada dalam buku ini. Mestinya, Indonesia tidak gagap. Nasionalisme yang didiskusikan pendiri bangsa, merumuskan konsep kebangsaan yang lebih lapang," pungkasnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense