Sebelumnya
Mendengar hal itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Nadia Wiweko langsung menyampaikan penjelasan melalui video singkatnya.
Nadia menjelaskan, hanya ada 5 wartawan yang mengalami efek samping setelah menerima vaksin Covid-19. Jadi, kabar puluhan wartawan terkapar setelah divaksin itu hoax.
Baca juga : Vaksinasi Covid Berjalan Masif, Rakyat Indonesia Patut Bersyukur
Setelah diobservasi, kelima awak media tersebut ternyata tidak sarapan dan makan siang sebelum menerima vaksin. Diketahui pula, mereka kurang tidur pada malam hari sebelum divaksin.
Ini sekaligus menjadi peringatan bagi siapa saja yang akan disuntik vaksin Covid-19. Harus sarapan dan jangan begadang. “Ini penting, harus diperhatikan,” kata Nadia.
Baca juga : Vaksinasi Covid-19 Bikin Rupiah Makin Bersinar
Meskipun digoyang hoax, minat para peserta untuk ikut vaksinasi tidak menyurut. Bahkan bertambah hingga menjelang tutup pelayanan pukul 16.00 hari Sabtu (27/2). Target dapat dibilang tercapai meskipun ada yang tidak hadir, sebagian tidak dapat disuntik vaksin karena peserta punya riwayat penyakit yang tidak memungkinkan disuntik vaksin.
Dari total jumlah peserta terdaftar 5.512 orang yang diberi vaksin 5.227 orang. Pada 25 Februari (registrasi 1.566, divaksinasi 1.506), 26 Februari (registrasi 1.870, divaksinasi 1.824), dan hari terakhir 27 Februari (registrasi 1.921, divaksinasi 1.897). Dari total yang registrasi 5.357 orang, sebanyak 5.227 orang disuntik vaksin.
Baca juga : Mantap! Vaksinasi Massal Pedagang Pasar Tanah Abang Diperpanjang
Para peserta vaksinasi ini adalah para awak media yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, yakni Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok.
Vaksinasi massal ini bagaikan reuni akbar insan pers. Mereka saling menyapa, berbagi kenangan masa lalu. Jadwal vaksinasi Covid tahap II, akan segera diumumkan oleh Dewan Pers. [SRI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.