BREAKING NEWS
 

Marak Varian Baru, Jangan Tunda Vaksinasi

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 10 Maret 2021 20:17 WIB
Vaksinasi Covid-19 untuk lansia di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Munculnya varian baru virus Covid-19, diyakini tidak akan mempengaruhi efektivitas vaksin yang diberikan kepada masyarakat. Karena jika salah satu vaksin yang ada terbukti kurang efektif terhadap 1 atau lebih varian, maka hal itu akan menjadi dasar perbaikan komposisi vaksin untuk melindungi dari varian tersebut secara spesifik.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, vaksin adalah intervensi yang sudah teruji manfaat kesehatan bagi masyarakat untuk menyelamatkan nyawa. Oleh karena itu, masyarakat disarankan tidak menunda vaksinasi, di tengah kekhawatiran terhadap varian baru. Sekalipun vaksin mungkin kurang efektif terhadap beberapa varian virus Covid-19.

"Layaknya berperang, kita harus memanfaatkan senjata yang ada untuk menang," kata Wiku dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (9/3), yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pemerintah Indonesia berkomitmen terus melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas vaksin yang ada saat ini. Pemerintah juga akan berupaya melakukan percepatan vaksinasi di Indonesia, dan memprioritaskan kelompok rentan untuk menekan laju penularan dan kemunculan varian baru.

Baca juga : Gatotkaca, Ksatria Otot Kawat Tulang Besi Saja Ikut Vaksinasi Covid-19

Saat ini, para peneliti lembaga pemerintahan bidang kesehatan dan para ilmuwan bekerja keras mengidentifikasi varian virus baru melalui Whole Genome Sequencing atau cara melihat identitas virus. Yang kemudian dikumpulkan melalui GISAID, untuk mendalami pengaruhnya terhadap perilaku virus tersebut.

Para produsen dan program yang mendayagunakan vaksin harus terus menyesuaikan kondisi evolusi virus Covid-19. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan memasukkan lebih dari 1 strain dalam pengadaan produk vaksin, dan menambahkan suntikan penguat atau booster, dan lain-lain.

Adsense

"Uji juga harus dirancang dengan baik, agar memungkinkan penilaian setiap perubahan efikasi dan dapat terlihat. Selain itu, juga harus memiliki skala dan keragaman yang memadai untuk memungkinkan hasil interpretasi yang jelas," lanjut Wiku.

Studi tentang dampak pembentukan antibodi pada penerima atau efektivitas vaksin juga menjadi penting untuk mengetahui dampak program vaksinasi. Misalnya dengan melakukan zero survey pada masyarakat.

Baca juga : Bamsoet Ajak Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Soal kemunculan varian baru, Wiku menjelaskan, hal itu merupakan proses semua virus - termasuk Sars-Cov2 - untuk memperbanyak diri. Saat menggandakan diri, terkadang terjadi sedikit perubahan yang sangat normal. Perubahan-perubahan inilah yang disebut mutasi.

Virus dengan satu atau lebih mutasi disebut varian dari virus aslinya. Dan ketika virus menyebar luas di populasi, dan menyebabkan angka kasus yang tinggi, maka kemungkinan virus bermutasi juga akan meningkat.

Mayoritas mutasi virus, tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap kemampuan virus menyebabkan infeksi atau penyakit. Namun, berdasarkan lokasi perubahan pada material genetik virus, maka sangat mungkin mempengaruhi sifat virus seperti sifat penularannya. Bisa kurang atau lebih cepat menular, atau terkait derajat keparahan yang ditimbulkan.

Untuk itu, vaksin Covid-19 yang sedang dalam pengembangan atau sudah disetujui, diharapkan dapat memberikan setidaknya beberapa proteksi untuk melawan varian virus baru. Karena pada prinsipnya, pengembangan vaksin Covid-19 memperhatikan respon imun yang luas, dan mempertimbangkan berbagai antibodi dan sel.

Baca juga : Butet: Sejarah, Presiden Datang Langsung Meninjau Vaksinasi Seniman

"Karena itu, perubahan atau mutasi pada virus, tidak membuat vaksin menjadi tidak efektif sama sekali," tegas Wiku. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense