BREAKING NEWS
 

Teroris Papua Terus Berulah

Pak Jokowi Naik Pitam

Reporter & Editor :
APRIANTO
Selasa, 27 April 2021 07:40 WIB
Didampingi Wapres Ma’ruf Amin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Budi Gunawan, Presiden Jokowi menyampaikan dukacita atas gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/4/2021). Jokowi juga berduka atas tewasnya Kepala BIN Daerah Papua, Brigjen Putu Danny Nugraha yang ditembak teroris Papua. (Foto: Setpres)

 Sebelumnya 
“Hal tersebut tentunya tidak lepas dari fakta-fakta mengenai sepak terjang yang telah dilakukan oleh KKB selama ini,” kata Wawan.

Tak hanya Jokowi, para politisi Senayan juga geram melihat aksi sadis para teroris Papua. Ketua MPR Bambang Soesatyo bahkan meminta TNI, Polri dan BIN mengabaikan persoalan HAM.

“Tumpas habis dulu, urusan HAM kita bicarakan kemudian. Kalau perlu turunkan kekuatan 4 Matra terbaik yang kita miliki selain Brimob Polri, Gultor Kopassus, Raiders, Bravo dan Denjaka. Kasih waktu satu bulan untuk menumpas KKB,” katanya.

Baca juga : Peran Perempuan Dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

Bamsoet-sapaannya menilai, tindakan KKB di Kabupaten Puncak Papua dalam beberapa waktu ini sudah sangat meresahkan, misalnya, pada tanggal 8 April 2021, di Kabupaten Puncak telah menembak mati seorang guru bernama Oktovianus Rayo dan juga membakar tiga sekolah di Kabupaten Puncak. Selain itu menurut dia, pada tanggal 9 April 2021, seorang guru SMP bernama Yonathan Randen kembali ditembak mati KKB di Kabupaten Puncak, dan tewasnya seorang pengemudi ojek bernama Udin akibat ditembak di area Pasar Ilaga Kabupaten Puncak oleh KKB pada tanggal 14 April 2021.

“Tanggal 15 April, KKB menembak mati seorang pelajar SMA di Kabupaten Puncak bernama Ali Mom,” katanya.

Anggota Komisi Pertahanan DPR Chritina Aryani meminta kasus ini menjadi peringatan serius bagi Pemerintah. Eskalasi kekerasan yang makin meningkat dengan jatuhnya korban masyarakat sipil maupun aparat dan pejabat harus menjadi alarm serius untuk memberi tanggapan dan intervensi yang terukur.

Baca juga : Pemerintah Terus Berupaya Stabilkan Industri Perunggasan Nasional

“Menko Polhukam perlu mengambil langkah cermat dan terukur untuk segera merespons situasi dan kondisi yang ada,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia berharap, penugasan TNI di Papua mesti didukung dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Jangan sampai, ada lebih banyak korban berjatuhan, baik dari masyarakat sipil maupun aparat.

“Komisi I DPR memandang perlu segera menggelar rapat terbatas dengan mitra terkait untuk melakukan evaluasi menyangkut langkah-langkah pengamanan yang selama ini dilakukan di Papua agar masalah ini tidak berlarut-larut dan guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban,” katanya. [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense