Sebelumnya
Sekarang ini, sambungnya, Artificial Intelegence (AI) dan big data jadi salah satu yang penting. Ketika berbuat sesuatu, akan mengerti apa yang menjadi tren di pasar. “Hal-hal ini membuat big data jadi kunci untuk pembuatan film,” ujarnya.
Ia mengatakan, PFN juga akan didorong untuk melakukan partnership konten dengan pihak ketiga. Kemudian, PFN juga akan melakukan pengelolaan aset dalam bentuk Hak Kekayaan Intelektual.
Baca juga : Erick Bakal Sulap PFN Jadi Film Financer
Dalam hal research dan development, PFN rencananya, akan dikawinkan dengan Telkom untuk membuat Centre of Excellent for Research, Innovation and Learning. Serta mendukung percepatan sertifikasi dan pembinaan entrepreneurship di bidang perfilman.
Meski begitu, apa yang diungkapkan Erick membutuhkan waktu untuk melakukan refocusing pada PFN. Namun ia berharap, nantinya hasil refocusing tersebut bisa membantu kebangkitan perfilman Tanah Air.
Baca juga : Diingatkan BW, Polemik TWK Bisa Jadi Celah Koruptor Gugat KPK
“Mudah-mudahan dalam satu dua bulan ini kami bisa launching. Kami libatkan sineas-sineas, jaringan industri perfilman untuk memberi masukan,” tuturnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.