Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Stop Produksi Film Lokal,
Erick Bakal Sulap PFN Jadi Film Financer
Rabu, 2 Juni 2021 19:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkomitmen menjadikan PT Perusahaan Film Negara (Persero) alias PFN sebagai lembaga pembiayaan film atau film financer.
Hal tersebut dilakukan guna mendorong majunya dunia perfilman Indonesia. Pasalnya menurut Erick, PFN semestinya bukan menjadi pesaing dari produsen film dalam negeri.
Ia menilai PFN harusnya mengambil tempat sebagai jembatan industri film dalam negeri. Ini agar bisa mendapatkan akses yang lebih luas. Baik dari segi pembiayaan, maupun dari segi komersialisasi film. “Makanya kami pikir PFN coba di-refocus-kan. Nggak lagi bikin film tapi bagaimana membantu industri film. Jangan malah bersaing. Nah di sinilah kami coba melihat bagaimana PFN menjadi lembaga pembiayaan film seperti Himbara (Himpunan Bank Milik Negara),” ujar Erick dalam Sosialisasi BSM Kebangkitan Perfilman dan Bioskop Pasca Program Vaksinasi Covid-19, kemarin.
Baca juga : Program Vaksin Lancar Ekonomi Bakal Moncer
Mantan Bos Inter Milan ini menegaskan, ke depannya, PFN bakal mempunyai empat fungsi utama sebagai film financer. Pertama, yaitu sebagai lembaga pembiayaan yang bertugas memberikan akses pembiayaan bagi sineas, juga seniman lokal.
Kedua, PFN juga akan berfungsi sebagai katalis kemajuan industri film dan konten kreatif. Tak hanya itu, PFN juga akan ditugasi memberikan akses pemasaran.
Terakhir, Erick juga akan memerintahkan PFN, melakukan ekspansi pasar melalui kerja sama dengan Telkom.
Baca juga : Resso Promosikan Talenta Lokal melalui Program Artis Cover-nya
"Kerja sama tersebut dilakukan, agar PFN bisa memahami dan menggunakan big data, untuk memetakan preferensi penonton Indonesia," imbuh Erick.
Meski begitu, apa yang diungkapkan Erick membutuhkan waktu untuk melakukan refocusing pada PFN. Namun ia berharap, nantinya hasil refocusing tersebut bisa membantu kebangkitan perfilman Tanah Air.
"Mudah-mudahan dalam satu dua bulan ini kami bisa launching. Kami libatkan sineas-sineas, jaringan industri perfilman untuk memberi masukan," tuturnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya