RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengungkapkan, penyusunan rancangan rencana pembelian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) merupakan instruksi Presiden Jokowi. Diceritakannya, sekitar dua minggu setelah dilantik menjadi Menhan, dirinya di panggil ke Istana. Presiden Jokowi menyampaikan arahan agar dirinya membuat grand design pertahanan.
“Beliau panggil saya Menhan. Beliau sampaikan, saya (Jokowi) ingin suatu masterplan, saya ingin suatu grand design. Saya minta 15 hingga 25 tahun, saya minta utuh rencanakan. Ya, itu petunjuk beliau kan, saya jalankan," ungkap Prabowo dalam podcast Deddy Corbuzier, seperti dilihat pada Minggu (13/6).
Baca juga : Andi Widjajanto: Kemhan Jalankan Prosedur Lazim
Sejak itu, lanjut Prabowo, dirinya membuat sejumlah studi ihwal kondisi Alutsista di Tanah Air. Penyusunannya sempat tertunda karena semua pihak terkait fokus mengatasi pandemi Covid-19. Akhirnya, Jokowi terpaksa harus menunggu.
Dia heran rencana pembelian Alutsista Rp 1.700 triliun beredar di ruang publik. Padahal, anggaran itu masih digodok dan belum disetujui.
Baca juga : Prabowo Dijempolin Dan Didoain
Dijelaskannya, di dalam bernegara ada proses dan prosedur. Susunan rencana belanja itu harus mendapatkan persetujuan Presiden dan Menteri Keuangan (Menkeu).
“Saya sebagai Menhan diwajibkan menyusun rencana pertahanan. Tentu nanti saya akan minta saran Menkeu dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional,” pungkasnya. [SRF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.