Dark/Light Mode

Mau Modernisasi Alutsista Rp 1.700 T

Prabowo Dijempolin Dan Didoain

Rabu, 2 Juni 2021 07:20 WIB
Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Prabowo Subianto. (Foto: ANTARA)
Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Prabowo Subianto. (Foto: ANTARA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keinginan Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Prabowo Subianto memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) senilai Rp 1.700 triliun ditanggapi beragam. Namun, banyak sekali yang mengapresiasi dan memuji Prabowo.

Proyek jumbo ini menyeruak ke permukaan setelah pengamat militer Connie Rahakundini buka-bukaan di podcast mantan anggota DPR Akbar Faizal, Kamis (27/5). Ia mengaku banyak mendapat bocoran data dan laporan terkait program-program pengadaan alutsista di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) setelah banyak bicara soal tenggelamnya Kapal Selam Nanggala-402.

Dalam kabar yang beredar, program Prabowo ini tertuang dalam dokumen Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Kemenhan dan TNI tahun 2020-2024. Dalam Pasal 3 ayat 1 disebutkan bahwa rencana kebutuhan Alpalhankam Kemenhan/TNI sejumlah 124.995.000.000 dolar AS atau sekitar Rp 1.700 triliun.

Berita Terkait : Kapoksi Gerindra Tepis Komisi I Bakal Panggil Paksa Menhan

Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan penjelasan mengenai ini. Dia bilang, proyek yang tertuang dalam Raperpres Alpahankam itu masih dalam pembahasan. Belum final.

Sejauh ini, kata Dahnil, Kemenhan baru mengajukan berbagai formula untuk melakukan modernisasi Alpalhankam. Istilah Kemenhan: reorganisir belanja dan pembiayaan Alpahankam. Ada formula ideal untuk anggaran tertentu pada postur pertahanan yang ideal. Lalu, ada pula formulasi moderat untuk postur pertahanan tertentu di bawah ideal.

"Semuanya masih dalam proses pembahasan. Makanya, kita sangat sayangkan ada upaya politicking yang bernuansa fitnah dan political jealousy yang dilakukan pihak tertentu yang terang partisan," kata Dahnil, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Berita Terkait : Ada Nuansa Cemburu Dengan Prabowo

Apakah proyek senilai Rp 1.700 triliun itu sudah direstui Presiden? "Perintah Presiden jelas kepada Pak Menhan. Beliau ingin melihat postur pertahanan Indonesia yang lebih baik dan modernisasi alutsista adalah keniscayaan," terang mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Oleh sebab itu, sambung Dahnil, Kemenhan mencari formula belanja dan pembiayaan yang tidak membebani APBN dalam jangka panjang. Juga tidak mengorbankan prioritas belanja pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. "Nah, itulah yang beliau sebut sebagai reorganisir belanja dan pembiayaan Alpahankam," terang Dahnil.

Untuk membahas program tersebut, hari ini Prabowo akan rapat dengan Komisi I DPR. "Betul, pukul 10," sebut Dahnil.
 Selanjutnya