Sebelumnya
Khofifah menjelaskan, terjadi peningkatan jumlah desa mandiri yang sangat signifikan di Jatim pada tahun ini dibandingkan 2020, yaitu sebanyak 332 desa. Begitu pula pada status IDM maju yang meningkat tajam dari 2.621 desa pada 2020 menjadi 3.283 desa.
“Tahun lalu masih terdapat tiga desa tertinggal dan satu desa sangat tertinggal. Tahun ini sudah tidak ada lagi. Hal ini setelah ditetapkannya dua desa di Jatim, yakni Renokenongo dan Kedungbendo di Kabupaten Sidoarjo sebagai desa yang tidak memenuhi kriteria pembentukan desa sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,” jelas gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.
Baca juga : Dua Lipa, Posting Makanan Mirip Pastel Bikin Heboh Netizen Indonesia
Khofifah menegaskan, keberhasilan yang diraih ini menjadi bukti komitmen Pemprov Jatim dalam mengentaskan desa tertinggal dan mendorong kemandirian desa melalui berbagai program. Di antaranya ialah program Desa Berdaya dan Paman Desa yang memberikan stimulus berupa permodalan di tingkat desa.
Program Desa Berdaya fokus pada empat aspek utama. Pertama, menumbuhkan inovasi untuk menggerakkan perekonomian desa berbasis potensi dan sumberdaya secara kreatif dan berkelanjutan. Kedua, mendorong hadirnya ikon desa yang khas melalui economic branding berbasis inovasi. Ketiga, optimalisasi penggunaan dana desa untuk mendorong pertumbuhan ikon desa yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa. Keempat, menciptakan praktik keteladanan (good practices) sehingga menjadi sumber inspirasi.
Baca juga : HNW Minta Ormas Islam Lanjutkan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Untuk itu, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20,1 miliar untuk Paman Desa dengan sasaran 301 BUMDesa. Kemudian, anggaran untuk Desa Berdaya senilai Rp 15,1 miliar untuk 151 Desa Mandiri.
"Keberhasilan ini juga tidak lepas dari kerja keras semua pihak. Maka saya menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah, camat, kepala desa dan seluruh pendamping desa, serta perguruan tinggi yang telah melakukan pendampingan sehingga tercapainya peningkatan terhadap status IDM di Jatim," tutur Ketua PP Muslimat NU tersebut.
Baca juga : Ditunggu PSSI, Shin Tae Yong Malah Tunda Balik Ke Indonesia
Khofifah juga memberikan apresiasi terhadap lima desa yang masuk dalam 10 ranking tertinggi nasional. Lima desa asal Jatim tersebut antara lain Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu dengan skor 0,9981; Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi dengan skor 0,9924; Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu dengan skor 0,9886; Desa Gentengwetan, Kecamatn Genteng, Banyuwangi 0,9867; dan Desa Punten, Kecamatan Bumiaju, Kota Batu dengan skor 0,9775.
“Selamat atas pencapaian yang telah diraih. Menjadi desa mandiri dan masuk sebagai ranking tertinggi secara nasional adalah bukti keseriusan seluruh komponen desa dalam,” katanya. [NNM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.