Dewan Pers

Dark/Light Mode

Super Air Jet Resmi Terbang Di Langit Indonesia

Senin, 3 Mei 2021 18:17 WIB
Pramugari Super Air Jet. (Foto: ist)
Pramugari Super Air Jet. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia penerbangan kedatangan pemain baru. Maskapai baru ini bernama Super Air Jet yang menyasar segmen milenial dengan harga terjangkau atau low cost carrier (LCC). 

CEO Super Air Jet Ari Azhari mengatakan, maskapai ini telah didirikan pada Maret 2021 dan memiliki kode penerbangan IU dari The International Air Transport Association (IATA) dan SJV dari International Civil Aviation Organization (ICAO). 

Ari menjelaskan, Super Air Jet melayani pengangkutan penumpang berjadwal harian yang berasal dari Indonesia dan sepenuhnya dimiliki atas penyertaan modal orang lokal. Kabar yang beredar, pemegang saham Lion Air Group Rusdi Kirana ikut menjadi salah satu pendirinya. 

Berita Terkait : Tiba Di Jakarta, Shin Tae yong Langsung Dikarantina

"Saat ini, Super Air Jet tengah mempersiapkan fase bersiap untuk lepas landas melalui berbagai tahapan dan prosedur yang dibutuhkan berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam rangka mempersiapkan penerbangan perdana, yang dijadwalkan dalam waktu dekat," ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (3/5). 

Pada tahap awal, kata Ari, maskapai ini akan mengoperasikan pesawat generasi terbaru yaitu Airbus 320-200 yang berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi, nyaman dikelasnya, tempat duduk ergonomis. Dari faktor demografis, maskapai ini akan menyasar kalangan muda (millenials). 

"Segmen kawula muda akan terus tumbuh pesat dan Super Air Jet bersiap untuk meraih pasar itu melalui konsep super cost yakni menawarkan layanan maskapai berbiaya paling hemat, sehingga lebih terjangkau," katanya. 

Berita Terkait : Ngeri, Rekor Kasus Harian Tertinggi Pecah Di Tangan India

Super Air Jet menyiapkan diri agar memungkinkan banyak orang (penumpang) untuk bisa bepergian menggunakan pesawat udara tujuan wisata, pendidikan, pebisnis muda dan mengunjungi ke berbagai kota tujuan favorit. 

Fokus utamanya adalah menawarkan konsep berbiaya rendah dengan penerbangan langsung antarkota secara point-to-point di pasar domestik dan nantinya dapat merambah ke rute-rute internasional. 

Ari menuturkan, generasi milenial telah menjadi fokus utama perusahaan guna mengakomodir segmen perjalanan udara mengalami pertumbuhan paling cepat diberbagai negara, termasuk di Indonesia. Upaya untuk menggaet loyalitas pangsa pasar generasi milenial hanya didapatkan melalui pengalaman (experience), di antaranya pemanfaatan teknologi. 

Berita Terkait : BSI Optimalisasi ZISWAF di Indonesia

Ia optimistis peluang pasar khususnya kebutuhan penerbangan dalam negeri masih ada dan terbuka luas, terutama para milenial. "Hal ini sesuai dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, sehingga angkutan udara dalam upaya mobilitas orang dan barang sangat dibutuhkan," ucapnya. [KPJ]