RM.id Rakyat Merdeka - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup Pendidikan Dasar (Diksar) Integrasi Kemitraan Akademi TNI dan Akpol, di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Kamis (28/10).
Sigit menerangkan, Diksar ini bertujuan untuk memupuk sinergitas dan soliditas para personel TNI dan Polri sejak dini. Diingatkannya, dua hal itu merupakan kunci sukses untuk menghadapi segala bentuk ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Karena itu, sinergitas dan soliditas ini terus dibangun dari mulai awal. Dan sampai kapan pun, ini menjadi kekuatan yang harus dipelihara.
Baca juga : Soliditas dan Sinergitas TNI-Polri Akan Wujudkan Kekebalan Komunal
"Karena kunci utama untuk sukses di dalam menghadapi ancaman baik kedaulatan negara, luar dan dalam negeri maupun ancaman Kamtibmas, itu kunci utama sukses melawan ancaman tersebut, soliditas dan sinergitas," ingat Sigit.
Salah satu bukti nyata keberhasilan dari sinergitas dan soliditas adalah penanganan pandemi Covid-19. Diketahui, TNI-Polri bersama stakeholder lainnya, dipercaya sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.
Dengan sinergitas dan soliditas itu, laju pertumbuhan virus Corona dapat ditekan saat ini. Keberhasilan ini menempatkan Indonesia di peringkat pertama Asia Tenggara dalam hal penanganan pandemi virus Corona. "Ini adalah modal kita bersama yang harus terus kita jaga," imbaunya.
Baca juga : Puan Minta Rencana Kenaikan Tukin TNI 80 Persen Segera Direalisasikan
Mantan Kapolda Banten ini menjelaskan, Diksar integrasi ini juga memiliki tujuan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul demi mewujudkan Indonesia maju, unggul dan tumbuh, sebagaimana cita-cita Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Pak Presiden selalu menyampaikan kunci utama kita bisa menuju menjadi Indonesia maju, Indonesia unggul, dan Indonesia tumbuh, tentunya harus diisi SDM yang unggul," beber eks Kabareskrim Polri tersebut.
Dalam Diksar integrasi, para taruna dan taruni TNI-Polri dididik untuk dikembangkan sebagai SDM yang unggul. Sehingga, dapat menjadi sosok abdi negara yang memiliki profesionalisme, karakter teruji dan jiwa kepemimpinan yang kuat.
Baca juga : HUT Ke 76, TNI Harus Lebih Waspada Hadapi Berbagai Ancaman
"Kalian adalah generasi dan calon pemimpin masa depan yang akan mengantar bangsa kita untuk masuk ke generasi emas Indonesia Emas tahun 2045," tegas Sigit.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.