BREAKING NEWS
 

Catatan Akhir Tahun Bambang Soesatyo

Tahun 2021, Keberhasilan Bersama Melewati Masa Paling Sulit

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 13 Desember 2021 11:31 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

 Sebelumnya 
Karena jumlah tenaga kesehatan terbatas atau tak sebanding dengan jumlah pasien, banyak pasien tak terlayani. Gambarannya semakin mengerikan karena lonjakan jumlah pasien  menyebabkan ragam alat kesehatan dan faktor penunjang lainnya menjadi langka, mulai dari APD (alat pelindung diri), obat-obatan, oksigen hingga peti jenazah.

Belum lagi sejumlah tenaga kesehatan juga terpapar Covid-19.  Juni 2021, beberapa organisasi tenaga kesehatan (Nakes) mengumumkan, tidak kurang dari 1.031 Nakes gugur selama pandemi Covid-19. PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) mencatat 702 perawat meninggal. Sedangkan dokter yang meninggal berjumlah 545. Semua ini terjadi karena perkembangan masalahnya tidak bisa diperkirakan dan tidak bisa diantisipasi.

Namun, berkat pengabdian tak kenal dari segenap jajaran Nakes, didukung ketegaran pemerintah bersama TNI-Polri  memberlakukan pembatasan sosial, keadaan paling sulit itu secara bertahap bisa dikendalikan. Menghadirkan begitu banyak kisah getir, periode tersulit itu ikut memicu kesadaran semua elemen masyarakat mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan menahan diri untuk tidak keluar rumah.

Baca juga : Omicron Dan Belajar Dari Kegagalan Cekal Delta

Kerja keras Nakes berhasil menyembuhkan 4,1 juta pasien, dan kepatuhan masyarakat pada Prokes mempersempit ruang penularan Covid-19 di dalam negeri. Hasilnya memang luar biasa. Selain pasien sembuh, jumlah kasus baru yang terus menurun menyebabkan tekanan pada layanan kesehatan dan rumah sakit berakhir.

Percepatan vaksinasi juga berkontribusi  mewujudkan suasana yang makin kondusif. Berangsur-angsur, dinamika kehidupan mulai pulih dengan tetap mematuhi Prokes. Komunitas internasional pun berdecak kagum pada keberhasilan Indonesia mengendalikan pandemi Covid-19. Bahkan, beberapa negara tetangga ingin meniru strategi Indonesia.

Tak terbantahkan bahwa masyarakat Indonesia sudah berhasil melewati periode paling sulit di tahun 2021 ini. Namun, dalam konteks Pandemi Covid-19, masalah dan tantangan masih menghadang. Apalagi dengan munculnya virus Corona varian Omicron. Faktor lain yang juga patut diwaspadai masyarakat adalah perkembangan di banyak negara, terutama di kawasan Eropa, yang sedang menghadapi percepatan penularan Covid-19.

Baca juga : Akhir Tahun, Industri Tekstil Diramal Makin Kinclong

Selain faktor pandemi Covid-19, aspek lain yang juga patut disikapi dan diwaspadai adalah gejolak alam akibat perubahan iklim. Sepanjang tahun ini, tercatat begitu banyak musibah banjir, banjir bandang, tanah longsong dan sejumlah kerusakan yang disebabkan angin kencang maupun puting beliung.

Mendekati akhir tahun 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.552 peristiwa bencana alam di dalam negeri. Dampaknya pun sangat memprihatinkan. Sejak Januari hingga November 2021, tak kurang dari 7.522.866 orang harus mengungsi dan ratusan korban meninggal dunia. Puluhan orang lainnya dinyatakan hilang. Belum lagi kerugian materil karena rusaknya properti milik warga. Bisa dipastikan bahwa banjir Bandang di Batu, Malang, hingga erupsi Gunung Semeru di Lumajang menimbulkan nilai kerusakan yang tidak kecil.

Suka duka Indonesia yang silih berganti sepanjang tahun 2021 hendaknya menjadi catatan khusus bagi generasi penerus, utamanya generasi Alfa dan Generasi Z. Pesan utamanya adalah kebersamaan dan persatuan akan memampukan komunitas bangsa menghadapi serta mengatasi masalah dan situasi yang paling sulit sekali pun. Dengan mengedepankan semangat gotong royong, beban berat menjadi ringan.

Baca juga : Hingga Akhir Tahun, Bank Neo Commerce Kejar Modal Inti Rp 3 T

Semua berharap Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung dua tahun segera berakhir di tahun mendatang. Namun, dampak ekstrim dari perubahan iklim harus diwaspadai secara berkelanjutan.***

Penulis: Ketua MPR RI/Kandidat Doktor Ilmu Hukum UNPAD/Dosen Fakultas Hukum Ilmu Sosial & Politik (FHISIP) Universitas Terbuka

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense