BREAKING NEWS
 

Bandingkan Suara Azan Dengan Gonggongan Anjing, Menag Disentil PAN

Reporter : M ADE AL KAUTSAR
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 24 Februari 2022 12:26 WIB
Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Daulay. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Amanat Nasional (PAN) menyayangkan pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang membandingkan aturan toa masjid dengan gonggongan anjing. Pernyataan itu disebut dapat melukai perasaan umat Islam. 

Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Daulay menilai, pernyataan Menag tersebut jauh dari kearifan dan kebijaksanaan. Meski tujuan awalnya adalah untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan.

"Sudah banyak yang mempersoalkan. Masyarakat telah bereaksi. Malah, di medsos dibahas dengan beragam komentar miring," kata Saleh, dalam keterangannya, Kamis (24/2).

Baca juga : Yaqut Disebut Bandingkan Azan Dengan Suara Anjing, Ini Klarifikasi Kemenag

Menurutnya, tidak patut seorang Menteri Agama membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing. Karena suara azan adalah seruan dan ajakan untuk melaksanakan shalat. 

Adsense

Sementara, shalat adalah ibadah yang sangat mulia dan wajib dihormati pelaksanaannya. Nah, apakah azan itu pantas dibandingkan dengan hal-hal lain yang tidak relevan.

"Orang yang tidak shalat saja, masih menghormati azan. Ada banyak kegiatan dan aktivitas yang sengaja dihentikan sementara ketika suara azan berkumandang. Nah, ini menteri agama kan santri. Kenapa malah membandingkan panggilan shalat tersebut dengan gonggongan anjing?" tanya mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Baca juga : Ace Minta Menag Yaqut Segera Minta Maaf

Ia berharap agar masalah yang selama ini sudah membudaya tidak dipersoalkan dan diungkit-ungkit lagi. Karena kalau diungkit-ungkit, sesuatu yang selama ini dianggap biasa dan tidak mengganggu, menjadi masalah. Terkesan ada stigmatisasi terhadap Islam dan pelaksanaan ajarannya.

Apalagi azan ini sudah membudaya. Setiap waktu orang mengumandangkan azan. Diajarkan di banyak sekolah dan pesantren. Bahkan, ada perlombaan azan yang rutin dilaksanakan. Murid dan orang tua senang jika anaknya bisa menjadi juara. 

"Kenapa mesti ada surat edaran Menteri Agama untuk mengatur volume suara azan? Bukankah tanpa ada surat edaran itu, kehidupan di masyarakat tenang-tenang saja?" tanya dia.

Baca juga : Omongan Menag Soal Toa Masjid Dan Gonggongan Anjing Bisa Rusak Persatuan

"Menteri agama sangat tidak bijak. Dia perlu bicara dengan MUI dan ormas-ormas keagamaan Islam terkait masalah ini. Dialog dengan tokoh-tokoh agama ini sangat perlu untuk meluruskan apa yang sedang terjadi saat ini," pungkasnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense