Sebelumnya
Sementara, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai, insiden pengeroyokan terhadap Ade Armando tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun.
Sebetulnya, dia mengaku kurang sependapat dengan narasi ‘ngeri’ yang disampaikan Ade Armando dalam sejumlah pernyataan yang dilontarkan di sejumlah kesempatan.
Baca juga : Kepala BNPT: Setop Kekerasan, Tingkatkan Persatuan Di Bulan Ramadan
“Tapi narasi harus dibalas narasi. Tidak dengan makian, hinaan, teror, apalagi kekerasan. Mau sebenar apa pun kita, akan jadi salah bila disampaikan dengan kekerasan,” ujar Sahroni di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Sahroni mendesak polisi fokus menangkap para pelaku tindak kekerasan di tengah aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto pada Senin (11/4).
Baca juga : Basarah: Waspadai Ideologi Kekerasan Atas Nama Agama
“Dikabarkan bahwa yang melakukan tindakan kekerasan bukan mahasiswa, ada oknum lain. Saya harap mereka segera ditangkap dan ditindak tegas,” desak politikus NasDem ini.
Sahroni berjanji akan mengawal kasus ini sampai tuntas. “Jangan sampai kasus kekerasan itu menjadi bahan provokasi yang dilakukan pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” wanti-wanti dia.
Baca juga : Ade Armando Dikeroyok, Moeldoko: Cari Pelakunya, Tindak Tegas
Seperti diketahui, Ade Armando babak belur dihajar massa saat demo di depan Gedung DPR, Jakarta, pada Senin (11/4).
Tak hanya itu, aktivis media sosial yang dicap sebagai pendukung Pemerintah itu juga dilucuti celananya. Saat ini, Ade masih menjalani perawatan di RS Siloam, Semanggi, Jakarta karena mengalami gegar otak. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.