Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Pertimbangkan Diskresi Karantina Atlet Dari Luar Negeri,

Rabu, 19 Januari 2022 20:14 WIB
Menpora Zainudin Amali usai rapat dengan KOI dan KONI di Kemenpora, Rabu (19/1). (Foto : Kemenpora)
Menpora Zainudin Amali usai rapat dengan KOI dan KONI di Kemenpora, Rabu (19/1). (Foto : Kemenpora)

RM.id  Rakyat Merdeka - Karantina atlet yang baru berlaga di luar negeri menjadi perhatian Kemenpora. Dianggap menggangu fisik atlet, Kemenpora membahas soal pengecualian alias diskresi karantina untuk atlet.

Hal itu terungkap  dalam rapat koordinasi bersama Kemenpora, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), pimpinan cabang olahraga serta stakeholder terkaitnya lainnya di Wisma Menpora, Kemenpora, Jakarta, Rabu (19/1). 

Pertemuan tersebut membahas kebijakan karantina terhadap atlet yang berlaga diajang kejuaraan internasional. Salah satu usul yang disampaikan yakni kebijakan terkait diskresi karantina terhadap pelaku olahraga.

Berita Terkait : Jabatan Strategis Pemerintah Jangan Diisi Mantan Napi

“Kita baru saja rapat koordinasi, baru saja mendapatkan informasi dari cabor yang melaksanakan kegiatan olahraga di luar negeri, dan sekembalinya harus karantina dengan durasi yang cukup lama,” kata Menpora Amali usai rapat.

Menpora Amali menerangkan, pertemuan tersebut juga membahas mengenai kejuaraan internasional yang akan berlangsung di Tanah Air. Usulan yang dibahas dalam rapat tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan sejumlah pihak terkait lainnya. 

“Ada pengalaman kita ketika melakukan kegiatan bulutangkis di Bali akhir tahun lalu. Saya kira itu sukses. Sehingga keinginan-keinginan dari peserta (kejuaraan) yang datang ke Indonesia nanti juga bisa dilakukan seperti itu,” ujar Menpora Amali. 

Berita Terkait : Bergerak Optimal, Menpora Apresiasi Kerja Okto Dan Tim Gugus Tugas

Sementara itu, Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari bilang, diskresi karantina dipandang perlu karena keterbatasan akses latihan selama karantina panjang akan memengaruhi stamina dan performa atlet. 

“Permohonan diskresi itu nanti harapannya bisa diberikan jawaban dari hasil pertemuan ini. Kami melihat penting untuk adanya perlakuan yang bisa diberikan kepada atlet yang berjuang demi negara,” terang Okto.

“Kebijakan ini dirasa perlu. Sehingga bisa memaksimalkan performa mereka (atlet) untuk prestasi olahraga yang lebih baik lagi. Ada banyak agenda olahraga kedepannya,” jelasnya. 

Berita Terkait : MPR Akan Sosialisasikan Empat Pilar Di Luar Negeri

Sementara itu, Ketum KONI Pusat Marciano Norman menambahkan, usulan yang disampaikan tadi bisa ada jalan keluar dan solusinya. Tentu kebijakan tersebut sangat ditunggu. 

“Sehingga seperti atlet pelatnas kalau mereka harus tryout luar negeri dan kembali ke Indonesia kemudian karantina dalam sekian hari tidak keluar dari ruangan itu akan berdampak kepada kebugaran atlet. Semoga event-event internasional yang nantinya akan kita ikuti dapat berjalan dengan baik,” pungkas Marciano. [IPL]