RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPR Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel, mengajak raja-raja Nusantara untuk fokus membangun kualitas sumberdaya manusia.
"Kita akan memiliki puncak bonus demografi, dan sedang berjuang masuk ke negara dengan pendapatan tinggi. Hal ini hanya bisa dicapai, dengan kualitas sumberdaya manusia yang unggul,” kata Gobel, saat menerima pengurus Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), Kamis (18/8).
Dalam kesempatan itu, hadir Sekjen MAKN yang juga Pengageng Kesultanan Sumenep.RA Yani WSS Kuswodijono, Sultan Deli XIV Tuanku Lamantjiji, Sultan Jailolo Achmad Syah, Raja Nusak Termanu Rote Vico Amalo, Sultan Paser Muhammad Alamsyah III, dan Raja Purba Simalungun Tonny Saritua Purba.
Selain itu, juga ada Humas MAKN Kanjeng Masayu Poppy Almaya Werdiningrum, Sekretaris Bakum MAKN Pahala Sagala, Dewan Pakar MAKN Munif Prasojo, dan Permaisuri Sultan Jailolo Niken Ahmad Syah.
Baca juga : Pelaku Budidaya Teh Gaharu Dukung Pembangunan IKN
Saat ini, MAKN memiliki anggota 56 kerajaan. Belum termasuk kerajaan-kerajaan kecil yang ada di bawahnya.
Sebelum merdeka, MAKN mencatat, ada 250 kerajaan di Nusantara.
Gobel mengatakan, Presiden Jokowi memiliki visi bahwa membangun Indonesia tidak selalu harus dari tengah. Tetapi juga bisa dari pinggiran.
“Artinya, kita bisa membangun Indonesia dari daerah dan dari desa-desa. Kerajaan-kerajaan ini kan adanya di daerah-daerah. Jadi, MAKN memiliki posisi strategis,” katanya.
Baca juga : Gotabaya Rajapaksa Ngungsi Di Thailand
Walau tidak lagi memiliki kewenangan politik, katanya, tapi kerajaan-kerajaan tetap memiliki kekuatan budaya, adat istiadat, dan segala kearifan lokal lainnya.
Kain tradisional seperti batik, tenun, dan songket serta herbal, kuliner, dan handicraft seperti ukiran, anyaman, dan bentuk-bentuk kerajinan tangan lainnya, disebut Gobel memiliki kekuatan sejarah dan nilai-nilai lokal.
“Di dalamnya, selalu ada cerita. Dari Sabang sampai Merauke, kita punya kekayaan keragaman pada motif, sejarah, nilai-nilai, dan ceritanya. Dalam hal ini, kerajaan memiliki peran penting sebagai kekuatan budaya,” papar Gobel.
Karena itu, kerajaan-kerajaan Nusantara memiliki peran penting dalam menjaga dan mewariskan semua kekayaan tersebut.
Baca juga : Dubes RI Beijing Sajikan Kuliner Nusantara Di Peringatan ASEAN Day Ke-55
“Pada poin ini, kerajaan-kerajaan Nusantara bisa mengambil posisi dalam pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Bisa dalam hal tata nilai, adat, dan budaya. Atau dalam hal keterampilan, pengetahuan, dan sejarahnya,” katanya.
Untuk itu, Gobel menyarankan pada MAKN agar bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementeriab Koperasi dan UKM, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian BUMN. Dengan berfokus pada masalah SDM.
Gobel meyakini, pendekatan pembangunan SDM ini akan mengoptimalkan sinergi dengan pemerintah daerah.
"Karena mereka yang lebih paham kondisi setempat," pungkasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.