RM.id Rakyat Merdeka - Target Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk meraih dana investasi Rp 1.400 triliun di tahun 2023 bukanlah hal yang bisa dicapai dengan mudah. Akan menjadi prestasi yang luar biasa jika Menteri Bahlil Lahadalia mampu mewujudkan target tersebut.
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto yakin Menteri Investasi/BPKM Bahlil Lahadalia bisa mewujudkan target itu. “Pak Bahlil ini keren. Artinya, investasi (akan) naik terus,” kata Darmadi dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.
Darmadi menilai, kinerja investasi yang ditorehkan Menteri Bahlil sepanjang tahun 2022 ini terbilang cukup baik. Dia pun memberikan apresiasi atas capaian investasi sebesar Rp 1.207 triliun atau meningkat 34 persen dari tahun 2021.
“Saya bingung juga loh, Pak Bahlil hebat gitu bisa narik investasinya. Apa resepnya? Karena pak Bahlil ini tidak seperti menteri-menteri lainnya yang susah menarik investasi masuk,” seloroh Darmadi.
Baca juga : Wapres Instruksikan Gubernur Jabar Lakukan Tanggap Darurat Secara Cepat
Dia berharap, kinerja investasi pada tahun ini bisa jauh lebih meningkat. Apalagi target yang ingin dicapai cukup tinggi yakni Rp 1.400 triliun. Sementara tantangan yang akan dihadapi sangat berat di mana banyak lembaga-lembaga dunia dan kalangan pengamat memprediksi tahun 2023 ini kondisi perekonomian global kurang baik.
Tahun 2023 juga merupakan tahun politik juga bisa menjadi hambatan dalam mencapai target investasi tersebut. “Tapi saya yakin target investasi yang dicapai bisa lebih dari itu,” ujar bendahara umum Megawati Institute ini.
Dia menyayangkan kinerja baik dari Kementerian Investasi ini tidak didukung perbaikan performa dari kementerian lembaga lainnya. Makanya, dia mempertanyakan sejauh mana koordinasi yang dibangun Menteri Bahlil dalam mendorong investasi. Kementerian Investasi/BKPM terkesan berlari sendirian mengejar investasi masuk ke dalam negeri. “Saya merasa bapak (Menteri Bahlil) bagus sementara yang lain sebaliknya,” ujarnya.
Dia lalu menyebut sejumlah investor asal Jepang dan Korea Selatan yang sudah bersedia menanamkan modalnya sebesar Rp 3,3 triliun untuk investasi di sektor elektronik khusus Air Conditioner (Pendingin Udara). Sayangnya, investasi ini tak kunjung terealisasi karena persoalan koordinasi antar kementerian.
Baca juga : Bahlil: Tetap Waspada, Jangan Sampai Terbuai
“Pemerintah sudah janji bahwa investasi bagus dan sebagainya. Masalahnya, bagus nggak koordinasinya? Nggak,” kata Darmadi.
Padahal, lanjut dia, para investor ini, punya harapan besar melalui investasi ini akan terjadi sustainability mengingat selama ini mereka tidak memiliki pabrik di Indonesia. Sehingga untuk memasarkan produk mereka terpaksa harus melalui impor. Persoalan koordinasi ini pula yang banyak dikeluhkan oleh investor asal Jepang dan Korea.
“Sementara mereka impor pun barangnya ditahan dengan alasan neraca komoditas. Ditanya, soal data neraca komoditas, dijawab tidak punya. Tanya ke kementerian, dipingpong lagi ke sana. Bolak balik mereka. Ini yang terjadi,” ujar politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.
Dia mengingatkan, investor yang sudah menanamkan modalnya hendaknya dirawat betul biar tidak kabur. Ini pula yang menjadi problem utama di Pemerintah yang kurang mampu merawat investasi masuk melalui berbagai regulasi yang konsisten.
Baca juga : Ganjar Berani Datang Atau Nggak Ya…
Darmadi berharap, investasi yang masuk juga meningkat secara kualitas terutama dari sisi lapangan kerja. Sebab, dengan realisasi investasi sebesar Rp 1.207 triliun hanya mampu menyerap tenaga kerja 1,3 juta.
“Itu kan kenaikannya dari sisi presentase memang tidak sebesar kenaikan investasinya. Ternyata setelah diteliti, realisasinya 42 persen dari jasa. Berarti nggak padat karya. Jadi penambahan tenaga kerjanya tidak cukup besar.Tidak sesuai dengan target investasinya,” ujarnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.