Dark/Light Mode

PDIP Batasi Peluang Koalisi

Capresnya Jangan Muka Lama Dong, Bosan Ah...

Sabtu, 25 Juni 2022 07:55 WIB
Direktur Eksekutif Trias Politika Indonesia Agung Baskoro. (Foto: Twitter)
Direktur Eksekutif Trias Politika Indonesia Agung Baskoro. (Foto: Twitter)

RM.id  Rakyat Merdeka - PDIP membatasi peluang koalisi dengan partai politik (parpol) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Banteng hanya bisa berkoalisi dengan Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, PPP dan PAN.

“Lima partai tersebut memiliki kedekatan historis dan basis pemilih dengan PDIP. Dengan PAN misalnya, kan basisnya Muhammadiyah,” ujar Hasto di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Kamis, (23/6).

Direktur Eksekutif Trias Politika Indonesia Agung Baskoro sudah memprediksi sikap politik PDIP yang hanya membuka peluang koalisi dengan lima partai tersebut. “Salah satunya karena masuk dalam kabinet Presiden Jokowi,” katanya.

Baca juga : Gerindra Dan PKB Buka Pintu Koalisi Kebangkitan Raya, Yang Mau Masuk Silakan...

Situasi itu, kata Agung, berbanding terbalik dengan poros NasDem Demokrat dan PKS. Hubungan PDIP dengan NasDem memburuk setelah Surya Paloh memunculkan nama Ganjar Pranowo sebagai satu dari tiga capres potensial pada Pilpres 2024. “Ganjar Pranowo merupakan kader PDIP,” ujarnya.

Sementara dengan Demokrat, Agung menilai masih ada urusan yang belum selesai antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Terkait PKS, ini soal ideologi yang tak beririsan.

Netizen menganggap wajar PDIP enggan koalisi dengan PKS. Kedua partai tersebut susah bertemu. Namun, netizen mengingatkan tidak ada koalisi partai dalam sistem presidensial.

Baca juga : Bunga Melati Pemalang Warnai Pengembangan Kampung Florikultura

“PDIP dan PKS adalah dua kutub yang susah untuk bertemu. Meski di daerah bisa juga koalisi,” kata @SimpatisanPKS.

Menurut @GimanEvan, sikap PDIP sudah jelas setelah rakernas. PDI Perjuangan hanya akan membuka pintu koalisi dengan lima partai politik. “Pintu koalisi dengan PKS dan Partai Demokrat tertutup. Sedangkan Partai NasDem sudah berkoalisi dengan PKS dan PD,” katanya.

Akun @Kangkung_Genjer menilai, PDIP berat kalau koalisi dengan Partai NasDem. Hubungan Megawati dengan Surya Paloh kurang kondusif. Kemungkinan lebih cenderung koalisi ke Partai Gerindra dan PKB atau Gabung KIB. “Calonnya mungkin antara Prabowo atau Puan Maharani,” kata dia.

Baca juga : Butuh Kesadaran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah

Menurut @Jo_uw, biasanya jagoan PDIP keluarnya belakangan, supaya calon presiden yang kaleng-kaleng habis duluan. Setelah itu, PDIP memunculkan capresnya dan koalisi pilpres buyar semua.

Akun @saiful_mujani mengatakan, pada acara rakernas PDIP, Megawati sudah mengingatkan bahwa sistem pemerintahan di Indonesia adalah presidensial, bukan parlementer. Maka, tidak ada koalisi antarpartai.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.