Sebelumnya
Politisi asal Jawa Timur ini pun memberikan apresiasi atas inovasi Muh. Ansar dalam elisitor Biosaka ini. Apalagi, proses pembuatan Biosaka ini tergolong mudah dan sangat murah. Cuma dengan menggunakan dedaunan dan rerumputan dari sekitar lokasi.
Proses pembuatan elisitor Biosaka ini dilakukan dengan cara meremas dedaunan atau rerumputan di dalam air kurang lebih 5 liter selama kurang lebih 10-15 menit sampai tercampur homogen.
Artinya, tidak mengendap, tidak berubah warna menjadi bening dan tidak mengeluarkan gas meskipun disimpan dalam waktu yang lama. Uniknya, pembuatan elisitor ini pun bisa dilakukan secara gotong royong.
Baca juga : Cordela Hotel Tawarkan Pengalaman Menginap dan Promo Nikah Hanya 9 Jutaan
“Makanya ini cocok juga dengan ideologi PDI Perjuangan karena dia harus bekerja gotong royong. Saya menduga, dengan tekanan remas itu keluar zat-zat tertentu yang berperan sebagai signaling bagi tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih bagus. Mandiri jadinya petani itu,” jelasnya.
Dia berharap, ada penjelasan lebih ilmiah melalui riset untuk menjelaskan manfaat elisitor Biosaka bagi tumbuhan. Sehingga di kalangan petani bukan lagi dianggap semacam magis.
“Menteri Pertanian bahkan jatuh cinta berat kepada Biosaka. Saya mengucapkan terima kasih kepada Muh. Ansar karena pengetahuannya dibagikan secara cuma-cuma kepada para petani,” ujarnya.
Baca juga : Jasa Raharja Dan Unissula Tingkatkan Peranan Mahasiswa Dalam Inovasi Safety Campaign
Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengungkapkan, Biosaka ini bukan pupuk, bukan pestisida. Tetapi elisitor berperan sebagai signaling bagi tanaman tumbuh dan berproduksi lebih bagus. Hemat pupuk kimia sintetis, meminimalisir hama penyakit, dan membuat lahan menjadi lebih subur.
“Biosaka ini disebut elisitor dari ilmu epigenetic, sudah banyak riset dan jurnal tentang elisitor,” ujarnya.
Suwandi menuturkan, di lokasi uji coba padi dengan biosaka lebih bagus dibandingkan tidak menggunakan biosaka. Produksi lebih tinggi bahkan hemat 50 persen pupuk kimia.
Baca juga : Punya Gedung Perpustakaan Baru, Klungkung Genjot Peningkatan IPM
Hasil ubinan terbaru Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Guluk di Kabupaten Sumenep didapatkan rata-rata jumlah anakan 17. Jumlah populasi tanaman 163, dengan hasil ubinan 5.6 kilogram, hasil konversi 8,9 ton per hektare dengan varietas Inpari 42.
Manfaat ramuan biosaka adalah biaya nol rupiah gratis dapat dibuat sendiri, tidak ada risiko kerugian bagi petani, dan menghemat biaya pupuk kimia 50 hingga 90 persen.
“Sudah banyak kajian lanjut dan sudah banyak petani di daerah lain menerapkan biosaka,” katanya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.