Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kumpul Di Bali, Pakar Kedokteran Dunia Dorong Transformasi Kesehatan Global

Minggu, 22 Januari 2023 18:03 WIB
Pembukaan AAHCI Southeast Asia Regional Meeting 2023. (Foto: Ist)
Pembukaan AAHCI Southeast Asia Regional Meeting 2023. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pendidikan kedokteran merupakan hulu dalam upaya pembangunan sistem kesehatan global. Transformasi sistem pendidikan dan proses pembelajaran memegang peranan yang amat penting dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang optimal. Untuk itu, diperlukan penguatan sektor hulu demi mewujudkan cita-cita tersebut.

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sebagai regional office untuk The Alliance of Academic Health Centers International (AAHCI) wilayah Asia Tenggara kembali menyelenggarakan AAHCI Southeast Asia Regional Meeting 2023 pada 11-12 Januari 2023 di Hotel Aryaduta, Badung, Bali. Ini merupakan pertemuan regional keempat yang diselenggarakan oleh FKUI sejak penunjukannya sebagai AAHCI Southeast Asia Regional Office pada 2018 lalu.

AAHCI merupakan aliansi institusi pendidikan kedokteran dunia yang menjadi bagian dari The Alliance of Academic Health Centers (AAHC), organisasi nonprofit berbasis di Amerika Serikat yang berfokus pada kesejahteraan dan kesehatan komunitas. AAHCI memiliki misi untuk mengembangkan seluruh potensi setiap institusi kesehatan dunia dalam mewujudkan stabilitas kesehatan global melalui optimalisasi sistem pendidikan, pelayanan kesehatan, dan penelitian. 

Hal tersebut kemudian diharapkan mampu memperkuat mekanisme adaptasi dan transformasi anggota AAHCI dalam menghadapi perubahan sistem pelayanan kesehatan yang turut melibatkan advokasi, kepemimpinan, penyusunan kebijakan, dan pengambilan keputusan di bidang kesehatan.

Mengusung tema "Partnership for Preparedness: Improving Response and Recovery in the Southeast Asia Region and Globally”, pertemuan ini diharapkan mampu menjadi media diskusi untuk membahas isu prioritas dan tantangan potensial di bidang pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan secara global, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Berita Terkait : Kunjungi Lokananta dan De Tjolomadoe, Erick Dorong Ekosistem Pariwisata Solo

Seluruh anggota AAHCI dapat saling bertukar pikiran serta gagasan mengenai respons dan bentuk kolaborasi regional maupun global yang akan diambil dalam menghadapi isu-isu tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan lahir solusi strategis yang melibatkan kolaborasi antar anggota AAHCI dalam mendukung transformasi kesehatan global melalui penguatan sistem pelayanan dan pendidikan kedokteran.

Pertemuan dibuka oleh Rektor Universitas Indonesia yang diwakili oleh Sekretaris Universitas Indonesia (UI), Agustin Kusumayati. Menurut dia, pertemuan ini kembali menegaskan posisi dan komitmen UI untuk terus menjadi institusi terbaik di tingkat nasional, regional, bahkan global. Salah satu kunci untuk mendukung tujuan tersebut adalah dengan berkolaborasi dan bekerja bersama. 

“Saya berharap pertemuan ini mampu menjadi media yang tepat dalam melahirkan ide serta rekomendasi terbaik dalam menunjang kemajuan kesehatan secara global,” ujar Presiden Asia Pacific Academic Consortium for Public Health (APACPH) ini.

Pertemuan AAHCI Southeast Asia Regional Meeting 2023 yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan 27 pakar sebagai pembicara dan fasilitator yang berasal dari sejumlah negara anggota AAHCI. Pada hari pertama diisi dengan Keynote Presentation yang menghadirkan Chancellor dari the University of Arkansas for Medical Sciences (UAMS), Amerika Serikat, Cam Patterson. Sesi ini difasilitasi oleh Chief Academic Officer, Association of American Medical Colleges (AAMC), Amerika Serikat, Alison J. Whelan.

Topik selanjutnya pada hari pertama adalah Infectious Disease Threats in the 21st Century: Preparedness and Response yang difasilitasi oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FKUI Anis Karuniawati, dan menghadirkan pembicara yaitu Associate Professor of Infectious Disease dari The University of Arkansas for Medical Science (UAMS) Amerika Serikat, Kristine Patterson; Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Inke Nadia Diniyanti Lubis; Vice President for Research dari Mahidol University, Thailand, Pattarachai Kiratisin, dan Associate Dean, College of Medicine, University of the Philippines, Marissa Alejandria. Lalu dilanjutkan dengan topik Academic Health Centers and Urban Health yang menghadirkan Fellow and Past President dari National Academy of Sciences Sri Lanka, K. Locana Gunaratna.

Berita Terkait : Tak Cuma Kerek Investasi, Perppu Ciptaker Dorong Transformasi Ekonomi Nasional

Pada hari kedua, dilangsungkan Keynote Presentation dari Vice President and Dean, School of Health Professions, Eastern Virginia Medical School (EVMS) Amerika Serikat, Donald Combs. Kemudian dilanjutkan dengan topik Residency Programs: The Importance of Identity Formation and Growth yang difasilitasi oleh Direktur International Relations, Yong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore, Singapura, Koh Dow Rhoon.

Para pembicara pada sesi ini adalah Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Achmad Chusnu Romdhoni; National University Health System (NUHS) Residency Programme, NUS Singapura, Malcolm Mahadevan; dan Cleveland Clinic Abu Dhabi, Uni Emirates Arab Sawsan Abdel-Razig.

Kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan pemaparan topik Burnout and Well-being: Training, Supporting, and Adapting. Pembicaranya antara lain Director Medical Education, Adelaide Medical School (AMS) Australia, Ben Canny; Wakil Dekan FKIKi UIN Syarif Hidayatullah, Fika Ekayanti; Faculty of Medicine, Universiti Malaya (UM) Malaysia, Lee Yew Kong; School of Public Health, University of Pittsburgh Amerika Serikat, Margaret C. McDonald.

Lalu topik The Specialist Gap: Responding to Urban and Rural Area Needs yang menghadirkan Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Yodi Mahendradhata dan College of Medicine, University of the Philippines Carlo Irwin A. Panelo sebagai pembicara. Fasilitator pada topik ini adalah Achmad Chusnu Romdhoni.

Topik terakhir pada AAHCI Southeast Asia Regional Meeting 2023 adalah Leadership Training for the Transforming Academic Health Center yang menghadirkan pembicara Founding Director dari NSW Brain Clot Bank, Liverpool Hospital and Ingham Institute for Applied Medical Research (NSW) Australia, Sonu M. M. Bhaskar, Vice Dean of Education dan Co-Director of Academic Medicine Education Institute (AM.EI), dari Duke NUS Medical School Singapura, Ian Curran, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FKUI, Prof Dwiana Ocviyanti; dan Dekan dari College of Medicine, University of the Philippines, Charlotte M. Chiong. Topik ini difasilitasi oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Aldy Safruddin Rambe.

Berita Terkait : Ketua MPR Dorong Revisi UU Desa Segera Diselesaikan

Kegiatan kemudian ditutup oleh Closing Keynote Presentations yang disampaikan oleh Dekan FKUI Prof Ari Fahrial Syam dan Chief Academic Officer AAMC Alison Whelan, dengan fasilitator Dekan Faculty of Medicine Universiti Malaya, Malaysia, April Roslani.

Dekan FKUI sekaligus Regional Ambassador of AAHCI SEA, Prof Ari Fahrial Syam selaku menyambut seluruh delegasi. “Saya ucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi AAHCI Southeast Asia Regional Meeting 2023 di Pulau Dewata Bali. Suatu kehormatan bagi kami sebagai tuan rumah dalam menyambut seluruh perwakilan institusi pendidikan kedokteran anggota AAHCI,” ujarnya.

Ari berharap, pertemuan ini sebagai momentum diskusi konstruktif dalam menjawab tantangan dan isu global di bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan. Dia berharap melalui pertemuan ini akan terjalin kolaborasi dan ikatan yang lebih kuat antar anggota AAHCI, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Turut hadir secara virtual dalam pembukaan, Special Advisor to the President and CEO of AAMC, Executive Director of AAHC, Steven L. Kanter. Kanter mengungkapkan kebanggaannya dapat berkolaborasi dengan institusi kedokteran di kawasan Asia Tenggara, khususnya FKUI melalui AAHCI. “Saya berharap aliansi ini dapat terus terjalin dan mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan anggotanya di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, dan penelitian sebagai pondasi utama berdirinya AAHCI,“ jelas Kanter