Sebelumnya
Jika dulu ada platform Classified macam Kaskus FJB atau OLX, kemudian berubah menjadi marketplace yang membuat transaksi lebih aman ketimbang platform Classified.
Setelah e-commerce kini muncul social commerce yang makin masif digunakan UMKM. Social commerce ini menjadi solusi yang tidak bisa dilakukan oleh e-commerce sekarang. Salah satunya, kedekatan personal.
Baca juga : Pelindo Tanam 20 Ribu Pohon Secara Serentak Di Wilayah Operasi Perusahaan
“Media sosial seperti Instagram dan Facebook itu dipenuhi dengan orang yang terkoneksi berdasarkan pertemanan. Sedangkan TikTok dan YouTube adalah format yang hook-nya adalah konten,” jelasnya.
Untung menilai, konsumen mendapat manfaat dari kehadiran social commerce. Konsumen bisa langsung mendapatkan rekomendasi produk yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan ketertarikan mereka di dalam satu platform.
Baca juga : Visi Indonesia Sentris Jokowi, Inspirasi Gerakan Konsolidasi Pemuda Katolik
Sementara, penjual mampu mengembangkan usaha mereka di platform social commerce. Integrasi yang tersedia di platform social commerce memungkinkan pedagang, termasuk UMKM dengan karakteristik khusus, mendapatkan trafik penjualan melalui konten yang unik.
“Yang pada akhirnya semakin membuka peluang bisnis bagi mereka,” ucapnya.
Baca juga : Meriahkan Hari UMKM Nasional Expo 2023, Pertamina Boyong 7 UMK Terbaik
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 22/9/2023 dengan judul Pasar Konvensional Sepi, E-Commerce Rame, Pola Konsumsi Berubah
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.