Sebelumnya
Program & Partner Relations Manager Lentera Anak Pelangi, Riama Siringo menilai masih adanya bayi dan anak yang terpapar HIV menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan selama ini belum cukup baik.
Lembaga yang diikelolanya, ujar Riama, mendorong peningkatan kualitas hidup anak dengan HIV melalui upaya advokasi, proses pengobatan dan pendampingan.
Karena anak dengan HIV masih tergantung pada orang tua, jelas Riama, sehingga dalam proses pengobatannya juga membutuhkan dukungan pemahaman yang baik dari para orang tua, terkait asupan nutrisi yang dan pengobatan yang tepat.
Baca juga : Universitas Pancasila Kukuhkan 6 Guru Besar, Pertahankan Akreditasi Unggul
Secara umum, menurut Riama, dibutuhkan sistem kesehatan yang mampu memberikan pencegahan dan pengobatan yang menyeluruh terhadap ODHIV di tanah air.
Misalnya, ujar dia, bisa dimulai dari upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan terkait HIV dan kesehatan reproduksi sejak dini di bangku sekolah, tentu saja disesuaikan informasinya sesuai usia peserta didik.
Anggota LSM Yayasan KDS Jepara Plus, Arofiq berpendapat terpaparnya bayi dan anak dengan HIV salah satu pemicunya adalah belum adanya kewajiban test HIV pada calon pengantin.
Baca juga : Persebaya Vs Persija, Mengulang Sejarah Sukses 2018
Menurut Arofiq, upaya tersebut merupakan tantangan yang harus segera diwujudkan. Diakui Arofiq, langkah pengobatan untuk anak dengan HIV cukup kompleks.
Karena, tegas dia, selain membutuhkan ketersediaan ARV, juga terpenuhinya nutrisi yang baik.
Selain itu, ujar Arofiq, pascaterdeteksi positif HIV anak dengan HIV juga harus dipastikan mendapatkan dukungan psikososial dan pendampingan dari lingkungannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.