Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Lestari: Target Penurunan Prevalensi Stunting Butuh Gerak Bersama

Selasa, 21 November 2023 21:58 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Para pemangku kebijakan di tingkat pusat dan daerah harus memiliki kepedulian dan pemahaman yang sama. Hal ini sebagai upaya merealisasikan target angka prevalensi stunting di tanah air.

"Informasi terkait adanya program pemberian makanan tambahan (PMT) yang tidak sesuai dengan standar gizi untuk mencegah stunting di Depok, Jawa Barat, tidak boleh terulang. Agar akselerasi penurunan angka prevalensi stunting bisa sesuai target," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/11/2023).

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengungkapkan program PMT itu berkaitan dengan target penurunan prevalensi stunting sebesar 14 persen pada 2024.

Baca juga : Lembaga Pendidikan Harus Jadi Role Model Moderasi Beragama

Terkait program PMT di Depok, Jawa Barat, yang dikeluhkan warga beberapa waktu lalu, Kemenko PMK menilai tidak memenuhi syarat gizi yang cukup, terutama dari sisi penyediaan protein hewani.

Meski berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 angka prevalensi stunting cenderung turun menjadi 21,6 persen dari yang sebelumnya 24,4 persen.

Menurut Lestari, untuk mencapai target prevalensi stunting 14 persen pada 2024 masih ada gap 7,6 persen lagi untuk dituntaskan.

Baca juga : Lestari Minta Pemerintah Tingkatkan Daya Saing SDM Nasional

Pencapaian target itu, tegas Rerie sapaan akrab Lestari, memerlukan gerak bersama dengan semangat yang sama, jangan ada lagi upaya yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan untuk menekan angka prevalensi stunting.

Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu berpendapat tidak standarnya kandungan gizi pada program PMT di Depok, Jawa Barat harus menjadi perhatian para pemangku kebijakan untuk meningkatkan pengawasan dan pemahaman para pelaksana program pengentasan stunting di berbagai daerah.

Para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, ujar Rerie, harus mampu membangun sinergi yang kuat dalam upaya menyukseskan pencapaian program penurunan angka prevalensi stunting di tanah air.

Baca juga : Bersinergi dengan BKKBN, Pj Gubernur Agus Fatoni Kejar Target Penurunan Stunting

Semua pihak, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus mampu menjalankan peran dan fungsinya sesuai kapasitas masing-masing dengan baik, sehingga target yang ditetapkan mampu direalisasikan.

Rerie sangat berharap upaya mencapai target penurunan angka prevalensi stunting mendapat dukungan semua pihak, dalam rangka mewujudkan generasi penerus bangsa yang sehat dan tangguh dalam menjawab berbagai tantangan di masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.