RM.id Rakyat Merdeka - Senayan mendorong tanah dan wakaf uang digunakan untuk hal-hal produktif. Dengan potensi ekonomi mencapai Rp 180 triliun per tahun, wakaf dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi rakyat.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan, wakaf merupakan potensi sangat besar yang dimiliki oleh umat Islam di Indonesia.
“Karena tidak ada umat Islam di daerah yang tidak memiliki wakaf,” kata dia kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Idealnya, Setiap Kelurahan Mempunyai Sekolah Negeri
Cuma masalahnya, wakaf ini lebih banyak diarahkan pada hal-hal yang sifatnya statis, seperti untuk masjid, musala, pemakaman, bangunan pendidikan, dan lainnya. Belum benar-benar diarahkan untuk potensi wakaf yang sifatnya produktif.
Ace bilang, wakaf yang sifatnya produktif ini kalau dikeloladengan baik akan mampu mengembangkan ekonomi umat itu sendiri. Misalnya, wakaf tanah diunakan untuk pengembangan usaha dan dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan aset yang besar. Akhirnya, ini bisa menggerakkan ekonomi rakyat.
“Jadi, sesungguhnya potensi wakaf yang dimiliki oleh umat itu sangat besar kalau dapat dioptimalkan,” tambahnya.
Baca juga : Chelsea Pede, The Reds Pincang
Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Imam Teguh Saptono menuturkan, potensi ekonomi yang bisa diterima negaramelalui optimalisasi wakaf uang mencapai Rp 180 triliun per tahun. Sayangnya, potensi ini belum tergarap dengan baik di mana sejak dicanangkansejak 2010, akumulasi nilai wakaf yang tergarap baru sekitar Rp 2,23 triliun.
“Saat ini akumulasi wakaf uang baru sebesar Rp 2,23 triliun atau kurang dari 2 persen dari potensi Rp 180 triliun,” ujar Imam dalam Rakernas dan Workshop Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi) yang berlangsung di Hotel A-One, Jakarta, Sabtu (24/2/2024).
Menurut Imam, ada sejumlah faktor penyebab hal itu terjadi. Di antaranya, masih rendahnya literasi wakaf uang di masyarakat untuk kategori pengetahuan yang komprehensif. Kebanyakan pemahaman masyarakat masih terbatas pada wakaf tanah atau bangunan seperti masjid.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.