Sebelumnya
Menurutnya, pengintegrasian lembaga pendidikan kedinasan ini menjadi sangat penting agar ada keadilan untuk pemerataan pembiayaan pendidikan, sehingga kalaupun ada sekolah kedinasan, karena memang program studinya memang murni. Seperti sekolah-sekolah militer yang ada di Kementerian Pertahanan, Kepolisian dan TNI.
“Tapi kalau ada, ya kan masuk saja ke program studi yang ada di universitas negeri,” ujarnya.
Nah, agar pengintegrasian sekolah kedinasan ini berjalan mulus, dia mengusulkan agar Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Dikti) direvisi kembali. Revisi ini sulit dan pernah gagal karena ditentang banyak pihak.
Baca juga : Damkar Pakai Air Got Untuk Padamkan Api
“Memang pengintegrasian ini berat karena di sana sudah mendarah daging. Sudah ada bosnya di sana, direktur akademi ini. Jadi memang susah, kadung berat. Kecuali ada pemimpin yang bisa mengintegrasikan,” tambahnya.
Sebelumnya, Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengungkapkan tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri karena subsidi untuk kampus negeri jauh di bawah subsidi untuk kampus kedinasan.
“Kita lihat berapa sih yang ke siswa, ke mahasiswa PTN, ternyata cuma Rp 7 triliun. Sementara Rp 32 triliun ada di perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh kementerian/lembaga,” ungkapnya.
Baca juga : Der Panzer Sesumbar Akhiri Puasa Gelar
Pahala menyebut, temuan KPK ini juga sama dengan Bappenas. Bappenas menemukan, anggaran negara untuk satu mahasiswa hanya Rp 3 juta per mahasiswa per tahun. Jumlah subsidi tersebut jauh di bawah mahasiswa atau peserta didik di kampus kedinasan.
“Perguruan tinggi di kementerian/lembaga nggak ada yang lebih kecil dari Rp 16 juta. Kita nemu yang Rp 20 juta satu semester biayanya gitu, ya kan nggak fair banget gitu kan,” ujar Pahala.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 14 Juni 2024 dengan judul Kampus Kedinasan Kuras Uang Negara, Program Studinya Banyak, Integrasikan Saja Ke PTN
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.